Ridwan Hisjam dan Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung saat peluncuran buku tulisan Ridwan Hisjam ‘Reformasi Paradigma Baru Partai Golkar’ di Jakarta (10/11).[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Pada bulan Juli 1998, wajah Partai Golkar berubah paradigma dan membuat sejarah dalam perpolitikan pasca reformasi.
Demikian celotehan Ridwan Hisjam kepada mantan ketua umum DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung. Sebagaimana diketahui saat itu pasca reformasi terjadi suksesi dan gejolak peta perpolitikan di mana Golkar juga mendapat dampak luar biasa, tidak ada kata lain Golkar pun berubah paradigma dan tempat Bali Room ini sejarah dimana Pak Akbar Tanjung terpilih menggantikan Pak Harmoko sebagai Ketua Umum Golkar.
"Inilah kesempatan buat saya, kenapa saya bilang sejarah, selain mengingat 10 November seabgai semangat kepahlawanan juga sebagai mengingat penting wajah paradigma Golkar pasca reformasi, kebetulan saat itu di tempat ini Pak Akbar terpilih menjadi ketua umum menggantikan Pak Harmoko, Golkar pun berganti laradigma," ungkap Ridwan Hisjam yang mendapatkan tepuk tangan peserta acara.
Golkar sendiri setalah reformasi membuat arah yang berbeda dengan Paradigma baru, dari sebuah golongan perpolitikan menjadi partai politik, sama dengan partai partai lainnya yang tumbuh subur setelah Reformasi 1998.