Sekjen Partai Golkar, Lodewijk F Paulus. (ist.) [/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Partai Golkar berupaya mendorong kebijakan yang mempercepat terciptanya SDM Unggul. Untuk itu, Partai berlambang pohon beringin menggelar kegiatan pendidikan politik 2019, tentang pembangunan nasional sebagai pengejewantahan indeologi Pancasila.
Acara tersebut diselenggarakan di Merlynn Park Hotel, Jl Hasyim Asy’ari, Jakarta Pusat pada 28 dan 30 November. “Untuk membangun SDM unggul di bidang politik, setiap partai politik punya kewajiban melakukan pendidikan politik secara inovatif. Sebab tidak ada partai politik yang kuat tanpa kader-kader yang handal,” kata Lodewijk Freidrich Paulus dalam sambutannya.
Sekjen Partai Golkar ini menyebutkan acara pendidikan politik bertujuan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) kader dan masyarakat untuk melek terhadap politik serta proses pengambilan kebijakan.
“Kader kita didik untuk tahu aspirasi masyarakat, sedangkan masyarakat kita berikan wawasan bagaimana proses-proses pengambilan kebijakan diambil secara politik. Keduanya harus klop dan paham,” tegasnya.
Lodewijk Paulus juga menyebutkan, berkat SDM yang kuat dan mampu bersaing secara kompetitif, Golkar berhasil keluar sebagai partai pemenang kedua di pemilu 2019.
Demikian juga di parlemen, Golkar meraih kursi Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR. Sementara di Kabinet Jokowi-Ma’ruf menempatkan 4 kader terbaik sebagai menteri.
“Perlu diketahui untuk pertama kalinya pasca reformasi, Partai Golkar berhasil menempatkan 4 orang kader terbaiknya dalam pemerintahan. Ini sebuah penciptaan yang patut kita berikan apresiasi,” imbuhnya.
Pada acara tersebut hadir Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif dan Wakil Menkeu Suahasil Nazara. (tribun)