[caption id="attachment_33234" align="aligncenter" width="640"]
Plt Ketua DPD I Golkar Bali I Gde Sumarjaya Linggih bersama Sekretaris DPD I Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry, dan lima kandidat cabup dan cawali di sela peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Sekretariat DPD I Golkar Bali, Minggu (15/12). (Foto: ist/jpnn)[/caption]
kabargolkar.com, DENPASAR - Lima kandidat calon bupati serta wali kota (cabup/cawali) yang ingin bertarung dalam Pilkada Serentak 2020 melalui Partai Golkar diminta untuk rajin-rajin turba (turun ke bawah) untuk membangun dan merebut simpati masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Pesan itu disampaikan Plt Ketua DPD I Golkar Bali I Gde Sumarjaya Linggih, kepada lima bakal cakada (calon kepala daerah) yang Minggu (15/12) ikut hadir dalam peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Sekretariat DPD I Golkar Bali.
Kelima bakal cakada (calon kepala daerah) yang lagi menunggu rekomendasi dari Partai Golkar itu, antara lain dua orang kader Golkar yakni Made Subrata dari Bangli dan Wayan Artha Dipa dari Karangasem.
Kemudian dua orang nonkader, yakni Anak Agung Ngurah Manik Danendra dari Puri Tegal, Denpasar, dan Anak Agung Ngurah Panji Astika dari Puri Anom, Tabanan. Lalu yang terakhir, politisi sekaligus Wakil Ketua DPD Demokrat Bali I Nengah Tambah, yang digadang-gadang maju bertarung di wilayah Jembrana.
Kehadiran kelima bakal calon petarung dari Golkar pada peringatan HUT Partai Golkar tersebut mendapat keistimewaan. Pasalnya, saat sesi pemotongan tempeng, kelimanya dapat potongannya dari Demer, sapaan akrab Gde Sumarjaya Linggih. Selanjutnya, mereka diajak megibung di Wantilan DPD I Golkar Bali, bareng dengan para kader Golkar lainnya.
Terkait peluang kelima bakal cakada tersebut, Demer memberikan jawaban normatifnya. Meminta kelimanya untuk ikut proses dan tahapan di internal Golkar yang baru akan dimulai pada Januari 2020 mendatang.
“Saya berharap bersabar dengan mekanisme di Golkar. Bisa terpilih dan tidak, tergantung hasil kajian tim pilkada. Ada tahapan survey, tahapan administrasi, PDLT,” jelasnya.
Diakuinya, dalam kontestasi kepemimpinan daerah nanti, Golkar akan memprioritaskan kadernya. Namun bukan berarti prioritas itu menutup peluang bagi mereka yang nonkader.
“Kalau tidak ada kader yang maju, ya tentu dari partai lain yang dianggap layak. Misalnya surveinya bagus dan masyarakat menghendaki,” ujar Demer.
Berhubung proses dan mekanisme di internal Golkar baru dimulai Januari 2020 mendatang, dia meminta kelima bakal cakada gencar bertemu dengan masyarakat maupun kelompok masyarakat.
“Kami ingin yang mendaftar kerja ke bawah dulu, biar ketahuan elektabilitasnya. Karena kami ingin mengusung calon yang benar-benar diterima masyarakat,” sebut Demer.
Selain itu, Demer juga meminta kelima bakal cakada itu siap menerima apa yang jadi keputusan final atau rekomendasi yang dikeluarkan Partai Golkar nantinya. “Harus legowo kalau tidak terpilih. Kalau misalnya setelah disurvei ternyata rakyat tidak menghendaki, ya artinya jangan sampai rugi bersama,” tukasnya. (
baliexpress)