Gde Sumarjaya Linggih Dorong Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Percepatan Energi Bersih di Bali
Oleh Muzaki · · Kabar Parlemen
Jakarta — Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan subsidi dan kompensasi listrik, termasuk memastikan subsidi diberikan secara tepat sasaran, mendorong pengembangan energi ramah lingkungan, serta memperhatikan dampak operasional pembangkit listrik terhadap masyarakat sekitar.
Hal tersebut menjadi fokus dalam pertemuan BAKN DPR RI bersama jajaran PT PLN (Persero) dan subholding di Unit Pembangkitan Bali Power Generation, Denpasar, Bali, Senin (4/5/26).
Anggota BAKN DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut tidak hanya membahas tata kelola subsidi listrik, tetapi juga menyoroti pentingnya percepatan implementasi energi hijau di Bali. Menurutnya, Bali sebagai destinasi wisata internasional membutuhkan dukungan energi yang bersih dan berkelanjutan.
“Ya, kita ke sini tujuan utamanya adalah tentu tata kelola subsidi secara garis besarnya, di mana subsidi ini mestinya tepat sasaran dan menjangkau seluruh masyarakat di Bali khususnya. Dan kemudian juga kami mendapatkan temuan-temuan di daerah ini untuk segera melakukan green energy,” ujar Demar, sapaan akrabnya kepada wartawan usai pertemuan.
Ia menilai Bali masih memiliki peluang besar dalam pengembangan energi terbarukan, seperti optimalisasi bendungan dan pemanfaatan tenaga surya melalui panel surya. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan industri pariwisata yang kini semakin menekankan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Masih banyak sumber yang bisa kita manfaatkan hari ini, misalnya bendungan masih bisa dimanfaatkan, kemudian juga tentu solar panel juga menjadi bagian daripada green energy yang sangat kami butuhkan,” lanjutnya.
Dalam pembahasan tersebut, BAKN juga memberi perhatian terhadap masyarakat yang terdampak aktivitas pembangkit listrik, baik dari sisi kebisingan maupun dampak lingkungan lainnya. PLN didorong untuk memperkuat tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit.
Selain itu, BAKN menilai perencanaan sistem kelistrikan melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus disusun secara komprehensif. Stabilitas pasokan listrik dinilai sangat penting bagi Bali sebagai kawasan wisata dunia yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap gangguan kelistrikan.
Tag: Demer, BAKN, Listrik, Subsidi, PLN, Bali