Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Strategi Pengembangan Industri Pedesaan
  Kabar Golkar   17 Desember 2019
[caption id="attachment_33315" align="aligncenter" width="668"] Dua Mahasiswa Pertanian salahsatu perguruan tinggi Swasta melakukan Kuliah Kerja Nyata ke Daerah luar Kota, dimana KKN yang diambiln adalah teknologi sumber daya manusia di pedesaan yang memberdayakan potensi tanaman dan sayur mayur. Photo/Trubus[/caption] Oleh:  Wirendra Tjakrawerdaja Kabargolkar.com - Menurut Visi Negara Kesejahteraan 2045 (VNK2045) desa sebagai dasar pembangunan nasional, merupakan ujung tombak dari arah pembangunan nasional berkelanjutan. pembangunan perekonomian di desa harus menjadi prioritas utama dari arah pembangunan nasional yang berkelanjutan dan mempunyai daya tahan tinggi terhadap persaingan global. Perekonomian di desa dapat dimulai dengan industrialisasi kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk menaikan kesejahteraan warga desa dan pemerataan ekonomi nasional. Program yang dicanangkan oleh kementerian desa, pembangunan desa tertinggal dan transmigrasi (Kemendes PDTT) adalah satu desa satu produk atau lebih dikenal dengan one village one product (OVOP). Program ini adalah pengembangan industri di desa dengan fokus kepada satu produk unggulan di satu desa. Secara konsep program ini kurang bisa diaplikasikan di karenakan program ini membatasi sebuah desa untuk mengembangkan satu produk. Sedangkan realitasnya desa di Indonesia bisa menghasilkan lebih dari satu produk unggulan bahkan beberapa desa menghasilkan produk yang sama. Kondisi demografis dan geografis pedesaan tidak bisa dibatasi untuk menjalankan program OVOP tersebut. Dimana dalam satu desa sumber daya manusia (SDM) dapat mengembangkan sumber daya alam (SDA) yang berbeda. Dari hasil pandangan tersebut dapat dilihat bahwa potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia tidak dapat dibatasi. Inilah kelemahan dari program yang sedang dijalankan oleh Kemendes PDTT. Kelemahan ini yang pada akhirnya masyarakat desa tidak berani menunjukkan apa yang sudah mereka hasilkan dari desa nya. Solusi yang lebih tepat adalah dengan menerapkan sistem klaster industri. Misalkan dalam satu desa dapat dibagi menjadi beberapa klaster industri yang menghasilkan beberapa produk unggulan atau beberapa desa dapat menjadi satu klaster industri yang menghasilkan satu produk unggulan. Sebagai contoh industri gula pasir bahan bakunya bersumber dari beberapa desa yang menghasilkan tanaman tebu. Contoh lainnya adalah dalam satu desa penghasil padi unggulan dapat pula menghasilkan karya kerajinan batik atau anyaman. Dengan strategi sistem klaster industri seperti ini maka pengembangan industri di pedesaan akan lebih flexible dan lincah sesuai dengan perkembangan zaman yang serba cepat. Dengan strategi OVOP kreativitas SDM di desa akan terpasung dan menghambat dinamika perindustrian di pedesaan. Visi Negara Kesejahteraan 2045 merupakan langkah yang tepat dalam menjalankan pencapaian kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan, pemerataan, stabilitas dan Nasionalisme. Pencapain sasaran-sasaran ekonomi tersebut harus diupayakan melalui percepatan pembangunan ekonomi pedesaan. Masyarakat desa perlu terus diberdayakan agar makin berperan dalam potensi sumber daya ekonomi dan sosial di sekitarnya. Wirendra Tjakrawerdaja, adalah aktivis Praja Muda Beringin dan aktif sebagai kader Partai Golkar
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.