menilai komunikasi I Nengah Sumardi dengan I Gede Dana belakangan ini hanyalah sebatas komunikasi pribadi. Sebab, dari partai belum pernah membicarakan adanya koalisi, apalagi keputusan mengusung salah satu figur untuk calon Bupati Karangasem.
DPD II Golkar kata Wayan Putu, baru memulai menjaring bakal calon Bupati/Wakil Bupati Karangasem. Selama penjaringan merekrut figur dari internal, dan eksternal. Hasil penjaringan nanti, disosialisasikan ke delapan kecamatan melalui rapat pengurus PK Golkar diperluas mengundang Pengurus Desa (PD). Selanjutnya hasil sosialisasi itu dilaporkan ke DPP melalui DPD I Golkar Bali.
"Hasil dari sosialisasi itu baru dilakukan survei menyangkut prestasi, dedikasi, loyalitas, elektabilitas dan kapabilitasnya untuk memimpin Karangasem," kata Wayan Putu. Dia menegaskan, selama ini DPD II Golkar belum melakukan penjajakan untuk berkoalisi mengarah ke partai tertentu. Hanya saja, belakangan ini telah intens melakukan komunikasi kepada PDIP, NasDem, Hanura, Demokrat, dan Perindo. Hanya dengan PKS belum sempat dilakukan komunikasi.
"Intinya figur yang nantinya akan direkomendasi Golkar melalui tahapan resmi, dilegitimasi Golkar, disahkan ketua dan sekretaris," tambahnya. I Wayan Putu menambahkan, dalam waktu dekat ini, bisa saja Nengah Sumardi akan mengambil formulir, akan dilayani selama jam kerja pukul 07.00 Wita-14.00 Wita.
Golkar sendiri kata I Wayan Putu memiliki 11 kursi atau 24,24 persen di DPRD Karangasem dari 45 kursi. Jumlah kursi ini cukup untuk mengusung calon sendiri, sebab syarat minimal mesti didukung 9 kursi atau 20 persen. "Pergerakan politik kan dinamis, bisa berkoalisi, bisa juga nantinya mengusung calon sendiri," tambahnya. (
nusabali)