Penutupan Penjaringan Cawawali Kota Bontang 2020, 9 Nama Mendaftarkan Diri di Golkar
[caption id="attachment_33928" align="aligncenter" width="693"]
Wali Kota Bontang , Neni Moerniaeni[/caption]
Kabargolkar.com - Hingga penutupan penjaringan Calon Wakil Wali Kota Bontang 2020 pada Sabtu (28/12/2019).
Tercatat ada 9 nama yang mendaftarkan diri di DPD II Golkar Bontang. Mereka datang dari berbagai latar belakang. Nama-nama yang sebagian besar sudah cukup mentereng dalam konstelasi politik di Bontang. Ini tak mengherankan, mengingat mereka berebut jadi pendamping inkumben. Si juara bertahan.
Ketua Harian DPD II Golkar Bontang, Arham mengatakan, jadwal pengembalian formulir ialah 3-10 Januari 2020 mendatang. "Dan mereka [Calon] harus kembalikan sendiri. Ini sebagai wujud keseriusan mereka," tegas Arham kala ditemui di kantornya. Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara belum lama ini.
Pada 11 Januari, DPD II Golkar bakap melakukan verifikasi berkas. Dan keesokan harinya, 12Januari menggelqr rapat pleno. Dalam tahap ini, Golkar sekaligus bakal mengundang LO.
Bila nama balon sudah terverifikasi, nantinya Golkar akan mengirim semua nama ke DPD I Golkar Kaltim, untuk diteruskan ke DPP Golkar pusat.
Dikatakan Arham, semua nama yang terverifikasi bakal dikirim ke DPD I. Namun dirinya tak memungkiri, tetap ada nama-nama yang mendapat "Post it" khusus. Soal preferensi DPD II untuk bakal calon Wakil Wali Kota pendamping Neni Moerniaeni.
"Tapi semua tergantung pusat. Rekomendasi nanti DPP yang keluarkan," bebernya.
Sembari menunggu rekomendasi, semua balon mesti menggelar roadshow sosialisasi ke 15 keluarahan di Bontang. Poin dari sosialisasi ini, kata Arham, meminta izin publik untuk mendapingi Neni Moerniaeni dalam Pilkada Bontang 2020.
"Intinya minta restu mendapingi bu Neni Moerniaeni," tegasnya.
Jadwal sosialisasi belum ditetapkan. Namun Arham memproyeksi, boleh jadi di akhir Januari 2020.
Lebih jauh, dalam sosialisasi itu Golkar bakal menilai sejauh mana antusiasme warga terhadap calon yang sedang 'Meminta izin' tersebut. Paling mudah dinilai ialah dari tingkat kehadiran warga dalam sosialisasi.
Sembari itu, Golkar juga akan melakukan survei elektabilitas. DPP Golkar menunjuk 10 lembaga survei
Namun DPD II Golkar Bontang hanya melibatkan 3 diantaranya. Yakni Indo Barometer, Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (Pusdeham) Surabaya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dan Indo Barometer.
Dikatakan Arham, calon Wakil Wali Kota pendamping Neni Moerniaeni setidaknya miliki basis massa di 8 dari 15 kelurahan di Bontang.
sumber:
KlikB