Pada 15 November 2019 siang, atau tepatnya usai shalat Jum’at tampak Mahyunadi yang didampingi isteri Hj. Masriati dan keluarga serta tim pemenangan “sang petarung” hadir di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Kutai Timur untuk mengembalikan formulir pendaftaran. ( kabargolkar.com )[/caption]
kabargolkar.com, SANGATTA - Partai Golkar Kabupaten Kutai Timur telah membuka pendaftaran penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, pendaftaran dibuka sejak 30 Oktober hingga 5 November 2019 untuk pengambilan formulir pendaftaran dan waktu pengembalian formulir pendaftaran 6 November 2019 hingga 15 November 2019.
Dari hasil pantauan di lapangan pada 15 November 2019 siang, atau tepatnya usai shalat Jum’at tampak Mahyunadi yang didampingi isteri Hj. Masriati dan keluarga serta tim pemenangan “sang petarung” hadir di Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Kutai Timur untuk mengembalikan formulir pendaftaran.
Dengan mengembalikan formulir pendaftaran ini maka Mahyunadi telah resmi mendaftarkan diri sebagai calon bupati di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Mahyunadi atau sering disebut “sang petarung” pada saat Pemilu Legislatif Kutai Timur 2019 merasa terpanggil untuk mendaftar sebagai Calon Bupati Kutim karena banyaknya permintaan masyarakat Kutim agar Mahyunadi maju sebagai salah satu kandidat Calon Bupati Kutim.
Secara pribadi dikatakan Mahyunadi untuk kebutuhan ekonomi dirinya dan keluarga sudah merasa cukup sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim. “Saya bersyukur, sebagai anggota legislative Provinsi Kaltim saat ini bisa mencukupi kebutuhan ekonomi saya dan keluarga, “ papar “sang petarung” ini.
Dengan banyaknya permintaan masyarakat agar Mahyunadi mencalonkan sebagai kandidat Cabup di Kutim pada Pilkada serentak tahun 2020, maka pria kelahiran Balikpapan, 27 November 1972 ini maju mendaftarkan diri. “Hidup itu harus memberi manfaat kepada orang banyak, “ tutur Mahyunadi.
Ditambahkan Mahyunadi, alasan masyarakat meminta dirinya maju sebagai kandidat Cabup Kutim, agar kelak jika ia menjabat dapat membenahi berbagai permasalahan pembangunan yang terjadi di Kutai Timur. Hal ini diungkapkan masyarakat Kutim karena Mahyunadi telah teruji dalam turut serta membangun Kutim sebagai Ketua DPRD Kutai Timur periode 2014-2019. (kabargolkar)