Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Gerakan Koperasi: Strategi Menghadapi Era Disrupsi Inovasi
  Kabar Golkar   04 Januari 2020
Oleh: M.A. Pahlevi
Pangerang, Ketua Puskud Kalimantan Timur dan Plt. Ketua Dekopin Kalimantan Timur kabargolkar.com - Dalam sambutannya di acara penghargaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Gedung Ali Wardhana, Kamis (19/12/2019), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkontribusi hingga 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2019, sehingga pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% tidak lepas dari kontribusi UMKM. Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2019 – 2024 tersebut juga mengatakan UMKM di Indonesia berjumlah sekitar 62,9 juta unit usaha (99,9% unit usaha) dan menyerap tenaga kerja sebesar 116,7 juta orang. Angka tersebut menunjukkan betapa pentingnya sektor UMKM sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan penyangga kesejahteraan rakyat. Sedemikian pentingnya sektor UMKM menjadikan Menko Perekonomian Airlangga mengumumkan rencana peningkatan penyaluran KUR dari Rp 140 Triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 190 Triliun di 2020, dengan penurunan suku bunga 7% menjadi 6% dengan subsidi bunga tetap 10,5% untuk KUR mikro, KUR kecil sebesar 5,5%, dan KUR Tenaga Kerja Indonesia sebesar 14%. Plafon maksimum KUR mikro ditingkatkan dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,3% di tahun 2020, yang bertumpu pada konsumsi domestik dan investasi. UMKM diperkirakan akan berperan penting dalam peningkatan konsumsi domestik. Globalisasi dan Ekonomi Disrupsi Pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dipertahankan di angka 5% sebenarnya sudah cukup baik di tengah kecenderungan ekonomi yang mengalami disrupsi, sebuah proses inovasi yang menggantikan seluruh sistem lama dengan sistem baru. Salah satu disrupsi dengan dampak nyata bagi perekonomian rakyat adalah fenomena aplikasi ojek online yang menyebabkan banyaknya perusahaan taksi yang gulung tikar. Inovasi disruptif tersebut dibantu dengan apa yang disebut dengan sharing economy, sebuah platform komunikasi memanfaatkan jejaring internet untuk berbagi faktor produksi, baik modal, mesin alat produksi, materi, manusia dan manajemen. Dengan google map yang dikontrol dari Palo Alto di California, seorang supir ojek online dapat mengantar penumpang dari Plaza Senayan ke Sarinah Thamrin. Jarak Palo Alto ke Senayan sejauh 13,974 km tidak menjadi persoalan si supir untuk mengantar penumpang dengan jarak hanya 6,7 km hanya dengan memanfaatkan aplikasi ojek online dengan platform google map, demikian sharing economy. Efek sampingnya, tentu saja penumpang transportasi publik, taksi biasa bahkan ojek pangkalan menurun drastis. Tentu saja dampak positif sharing economy sudah dirasakan masyarakat. Beberapa bisnis berbasis aplikasi online seperti ¬eFishery, tanihub dan tanifund terbukti memudahkan usaha pelaku sektor pertanian dan perikanan. Bisnis eFishery misalnya, aplikasi ini memudahkan peternak ikan mengontrol pakan ternak sesuai dosis kebutuhan dengan dibantu ponsel cerdas. Potensi Bisnis UMKM Generasi Milenial Hal penting yang perlu disadari dari tren ekonomi disrupsi adalah, bahwa pelaku bisnis memanfaatkan teknologi tersebut didominasi generasi milenial atau generasi Y, generasi yang lahir dalam rentang tahun 1981 – 1995
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.