Gerakan Koperasi: Strategi Menghadapi Era Disrupsi Inovasi
Kabar Golkar 04 Januari 2020
dalam memandang persoalan sosial ekonomi, generasi Y berpandangan lebih pragmatis dalam menghadapi tantangan global dengan disrupsi ekonominya.
Menurut data Proyeksi Penduduk Indonesia yang dikeluarkan BPS, generasi milenial dikategorikan secara sederhana berusia 20-34 tahun diproyeksikan sebanyak 23,77% dari total populasi 268 juta jiwa pada 2019. Artinya seperlima penduduk Indonesia adalah generasi milenial, tentu merupakan potensi sangat besar bagi ekonomi negara kita.
Masih menurut BPS, tingkat pendidikan generasi milenial juga lebih baik dari generasi sebelumnya di mana-mana rata-rata lama sekolah generasi milenial 10,04 tahun, sementara generasi X hanya 8,07 tahun dan generasi ‘baby boom’ yang lahir di dekade 1940-an dan 1950-an hanya 4,95 tahun. Angka melek huruf generasi milenial mencapai 99,39% dan rata-rata sakit dalam setahun 4,74 hari. Jadi tingkat pendidikan dan kesehatan generasi milenial yang lahir di tahun 1980-an dan 1990-an lebih baik dari generasi sebelumnya.
Koperasi Sebagai Landasan Ekonomi Konstitusional
Sesuai dengan sifat alamiahnya yang kapitalistik, inovasi disruptif dan sharing economy tidak dapat melepaskan diri dari hasrat mengakumulasi laba dan modal sebanyak-banyaknya. Peningkatan jumlah customer dan driver ojek online memang akan memudahkan transportasi, tetap sekaligus meningkatkan kapitalisasi perusahaan Google sebagai penyedia layanan platform.
Perusahaan Google menjadi semakin kaya, sementara pengguna yang kebanyakan rakyat biasa tetap bernasib biasa saja. Dan bukan satu dua cerita saja bahwa disrupsi inovasi menghancurkan perusahaan yang sudah berdiri lama dan menyerap tenaga kerja sangat banyak.
Sifat alamiah kapitalisme ini sudah diingatkan jauh-jauh hari oleh founding father negara kita. Oleh karena Bung Hatta mengajukan koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat, di mana faktor produksi berupa modal, mesin alat produksi dan manajemen dikelola secara kolektif dengan asas kekeluargaan.
Dengan koperasi sebagai sistem ekonomi kolektif, segala keputusan bisnis disusun secara bersama, akumulasi modal dinikmati bersama, dan seluruh anggota memiliki kesempatan sama untuk peningkatan kapasitas diri dan manajemen.
Generasi milenial sebagai pelaku ekonomi masa kini dan masa depan perlu melakukan konsolidasi dan membangun kesadaran berkomunitas untuk menghadapi tantangan global, dan tentu saja sistem ekonomi koperasi adalah senjata paling ampuh untuk menghadapi hantaman disrupsi inovasi.
Golkar Sebagai Wahana Pergerakan Koperasi
Sebagai partai yang bertekad melaksanakan Pancasila dan Konstitusi Negara RI, Partai Golkar paling layak menjadi wahana para penggerak sistem ekonomi koperasi yang dicita-citakan para bapak pendiri bangsa.
Partai Golkar harus bersinergi dan melakukan terobosan program agar koperasi menjadi kebijakan ekonomi-politik pemberdayaan rakyat demi tercapainya keadilan sosial, dengan generasi muda milenial sebagai ujung tombaknya gerakan koperasi.
Dengan strategi membangun basis pergerakan koperasi di generasi milenial, tentu Golkar akan memiliki kekuatan besar untuk meningkatkan elektabilitas partai, sehingga Golkar berpotensi meraih kemenangan dan kejayaan di masa depan. (*)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.