Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Survei INSIS: Golkar Kuasai Isu di Media Massa
  Bambang Soetiono   03 Februari 2020
ilustrasi (net)
pada unit analisa aktor (Anggota DPR). Jika kita analisa lebih mendalam, maka Partai Golkar di DPR seperti terkonsentrasi di sejumlah elite untuk urusan citra dan publikasi isu," katanya.

Untuk itu, Dian menyarankan, semua parpol mulai memikirkan serta mendistribusikan kader mereka di DPR dengan isu kekhasan atau keunikan masing-masing. Baik itu di komisi ataupun di kelembagaan parpol. Sebagai contoh, PDIP dengan mendelegasikan kepada Arif Wibowo sebagai representasi jika bicara tentang isu kepemiluan. Atau seperti Nihayatul Wafiroh di PKB yang bicara tentang seputar BPJS.

"Ini penting. Karena publik akan melihat kedalaman isu seseorang Anggota DPR itu melalui teks atau konten yang dikuasai. Dengan begitu, jurnalis dengan sendirinya mendatangi seorang Anggota DPR tersebut karena penguasaan isu tertentu. Jangan sampai hanya tahu isu tapi lemah isi. Jadi sekadar bunyi di media. Jika pakai term milennial, jangan mengeluarkan komentar receh," ungkapnya.

Sementara itu, Wildan menegaskan, data-data kuantitatif yang disajikan INSIS bisa menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh fungsionaris parpol yang kini memiliki kursi di DPR. Menurut Wildan, memahami isu-isu yang berkembang menjadi modal penting bagi seluruh politikus untuk bisa unjuk diri melalui komentar mereka di media.

"Publik dan konstituen melihat keterkenalan politikus Senayan dari kemunculan mereka di media massa. Sederhananya, salah satu kinerja politikus Senayan itu dilihat dari opini atau komentar mereka yang dikutip media massa. Di sini, kemampuan mengomentari isu secara proporsional harus diperhatikan oleh semua politikus. Jangan sampai asal berkomentar tapi dianggap tidak relevan dengan isu yang sedang dikomentari," ujarnya.

Sekadar informasi, riset ini menggunakan teknik media monitoring. Ada enam media massa yang dijadikan basis data riset. Empat media cetak yakni Kompas, Koran Tempo, Koran Sindo dan Rakyat Merdeka. Dua media siber yakni tribunnews.com dan detik.com. Data yang dicuplik adalah pemberitaan yang memuat nama dan tema Anggota DPR. Waktu pengerjaan 1 Oktober hingga 30 Desember 2019. Penelitian dan analisis selanjutnya difokuskan pada lima aspek. Frekuensi artikel, tema artikel, narasumber, tanggal publikasi dan media massa. (*)

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.