kabargolkar - Masalah Sungai Citarum hingga saat ini masih belum terselesaikan. Adapun solusi yang tepat dalam menangani masalah tersebut juga dirasakan belum ada kecocokannya. Ini juga yang menjadi salah satu bahan perdebatan pada putaran kedua debat publik Pilgub Jabar, Senin (14/5/2018) lalu di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.
Dalam acara debat tersebut, calon wakil gubernur nomor urut 4 Dedi Mulyadi mengatakan jika penyebab dari masalah sungai terbesar di Jabar tersebut yakni akibat perambahan hutan dan kultur masyarakat yang bermukim di sekitar sungai tersebut. "Solusinya adalah yang pertama seluruh penduduk di sekitar hutan itu dikasih pekerjaan baru.
Saya menawarkan konsep tenaga harian lepas. Mereka digajih oleh pemerintah provinsi minimal Rp1,5 juta perbulan, kemudian dikasih target," kata Dedy yang berpasangan dengan Deddy Mizwar di Pilgub Jabar itu.Pria yang khas dengan iket Sunda tersebut mengatakan jika dirinya bersama Deddy terpilih menjadi di Pilgub Jabar, dirinya menginginkan masyrakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Citarum diberikan kesempatan bekerja sebagai petani kopi.
Menurutnya, kopi merupakan tanaman yang bisa memberikan penghasilan tinggi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. "Satu penduduk menanam seribu pohon, kemudian satu desa ada seribu kepala keluarga, maka akan tertanam satu juta pohon kopi. Maka itu nilai proyeknya tidak jauh dari angka Rp14 miliar pertahun. Kalau satu desa menanam satu juta, 10 desa sepuluh juta (pohon kopi)," ungkapnya.
"Selama itu prosesnya pemerintah memberikan subsidi dalam bentuk biaya kehidupan dalam setiap bulannya, maka persoalan hulu Citarum akan selesai," pungkas Dedi. {breakingnews}