kabargolkar - Ada program menarik yang dijabarkan calon gubermur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri forum silaturhami dengan kiai dan masyayikh se Madura di Pondok Pesantrem At Taroqqi, Kabupaten Sampang, Selasa (15/5/2018).
Pasalnya di depan 125 kiai, tamu habaib, assatit atau para ustad yang hadir menyatakan dukungan untuk Khofifah-Emil itu, mantan Menteri Sosial ini menjabarkan sejumlah program nawa bhakti satya yang ia usung. Salah satunya, Khofifah dan Emil berjanji akan melibatkan kiai dan pesantren yang ada di Madura dalam pengelolaan minyak dan gas yang ada di pulau garam.
Disampaikan Khofifah, saat ini sedang banyak pengajuan untuk titik eksplorasi migas baru di Madura. Ini menyusul adanya hasil penelitian yang menyatakan, kawasan Banyuwangi dan Madura baik di daratan maupun lautan masih sangat melimpah. Bahkan masih ada sebanyak 112 sampai 113 sumber minyak dan gas di Madura.
Khofifah ingin warga Madura, khususnya kalangan pesantren akan ikut serta memiliki dan mengelola sumber daya alam minyak dan gas yang ada di wilayah mereka. Konsep ini yang dikatakan Khofifah belum dilakukan di Madura sama sekali.
"Ini kan sekarang sedang ada banyak pengajuan pengelolaan sumur baru. Pasti ada proses kontrak karya. Berapa nilai saham yang dibutuhkan untuk eskplorasi minyak di titik tersebut, berapa deposit migasnya, angkanya pasti dibuka kan. Nah saya ingin kiai dan pesantren dilibatkan dalam pengambilan keputusan ini," kata Khofifah.
Menurutnya, ada share holder yang akan mengatur. Sehingga pesantren A ingin menaruh saham berapa, B berapa dan seterusnya. Sehingga pesantren Madura memiliki saham di titik titik ekspolrasi mintak dan gas di wilayah mereka. Dan menurut Khofifah hal tersebut sangat memungkinkan dilakukan.
"Dengan begitu mereka, para pengelola pesantren, kiai akan memiliki rasa ikut memiliki, dan ada proses kepemilikan di sana," ucap mantan Kepala BKKBN tersebut.
Model join finacing seperti ini dikatakan Khofifah sudah ada yang lebih dulu melakukan, seperti di Banyuwangi. Sedangkan di Madura sistem ini belum dilkukan. Sehingga jika Khofifah dan Emil terpilih dan diberi kepercayaan warga Jawa Timur, maka sistem itu dijanjikan akan dilakukan di Madura. "Ini masuk di Jatim Berdaya, dalam nawa bhakti satya kita sudah masuk itu," pungkas Khofifah.
Ide itu diapresiasi oleh Kiai Fauroq Alawy, Pengasuh Pondok Pesantren At-Taroqi pada Surya. Menurutnya program tersebut sangat baik dilakukan di Madura. "Selama ini tidak ada sharing saham untuk eksplorasi minyak. Kalau ini diberlakukan, akan memajukan ekonomi pesantren," komentar Kiai Fauroq. {
tribunnews}