Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Apakah Progam Food Dan Rice Estate Akan Melahirkan Pengusaha Baru di Bidang Perberasan ?
  Nyoman Suardhika   05 Agustus 2020
Credit Gambar / Istimewa

Oleh: Tonny Saritua Purba

Kabargolkar.com - Food dan Rice Estate atau perkampungan
industri pangan merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan, termasuk juga sebuah usaha untuk perluasan lahan pertanian yang dibutuhkan negara saat ini untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional menuju kemandirian bangsa.

Konsep Food dan Rice Estate yang sedang berkembang saat ini bisa menjadi wadah berkembangnya model kemitraan baru antara pemerintah dan swasta, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan swasta dapat memaksimalkan pengelolaan sumberdaya alam agar efektif dipergunakan untuk membangun ketahanan pangan terutama untuk meningkatkan produksi beras nasional.

Hasil dari pengembangan Food dan Rice Estate bisa menjadi pasokan ketahanan pangan nasional jika produksi beras berlebih maka bisa dilakukan ekspor. Karena skala pertanian ini sangat besar dan luas, maka pengelolaannya juga dilakukan oleh perusahaan industri dengan full mekanis.

Pertanyaan sekarang adalah untuk kepentingan siapa program Food dan Rice Estate yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini ? Apakah untuk kepentingan petani atau untuk kepentingan bangsa dan negara yang berpenduduk 267 juta jiwa ?

Saat ini produksi beras secara nasional dominan adalah hasil produksi beras petani padi. Pemerintah tidak bisa mengandalkan hanya kepada petani padi saja, luas lahan sawah setiap tahun selalu berkurang termasuk sawah yang memiliki irigasi tehnis yang selalu ketersediaan air selalu ada juga sudah terkonversi dan berubah fungsi.

Pemerintah sangat tepat melakukan sebuah terobosan baru membangun Food dan Rice Estate agar ketersediaan beras bisa tercukupi mengingat jumlah penduduk Indonesia tahun 2045 diprediksi sebanyak 319 juta jiwa. Jika pemerintah tidak melakukan usaha perluasan lahan pertanian maka suatu saat Indonesia bisa saja krisis beras, masalah pangan akan muncul, ketersediaan beras akan tergantung dari negara lain, jumlah import beras setiap tahun juga akan semakin besar jumlahnya.

Apakah dengan adanya Food dan Rice Estate akan melahirkan enterpreneurship dan pengusaha baru di bidang perberasan ?

Dengan adanya daerah yang di dalamnya terintegrasi antara pertanian dan peternakan termasuk adanya Rice Mill Unit (RMU), maka kondisi ini tentu akan melahirkan pengusaha besar di bidang pertanian termasuk juga melahirkan pengusaha peternakan sapi.

Jika konsep Food dan Rice Estate menerapkan prinsip ekologis bahwa apa yang dihasilkan oleh tanaman dan hewan kembali lagi ke alam maka akan tercipta sebuah pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture).

Terjadi pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture) yang terintegrasi, jerami yang dihasilkan sebagai pakan buat sapi, sekam bisa dijadikan bahan bakar untuk mesin dryer, bekatul menjadi pakan sapi, kotoran sapi bisa dijadikan pupuk untuk tanaman padi dan juga bisa dijadikan sumber biogas.

Kita sangat berharap tahun 2023 program Food dan Rice Estate sudah bisa berjalan, produksi beras bisa ditingkatkan, mampu melahirnya pengusaha milenial dibidang pertanian kususnya untuk komoditi beras, kita optimis produksi beras akan surplus, swasembada beras bisa tercapai bahkan Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara eksportir beras di dunia

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.