26 September 2020
Sebuah Gagasan Proyek Gula Cair Dari Bahan Baku Singkong, Gula Alternatif, Mengurangi Import Gula Dan Lebih Meyehatkan
  Nyoman Suardhika
  05 September 2020
  • Share :
Credit Photo / Istimewa

Oleh: Tonny Saritua Purba

Kabargolkar.com - 
Singkong merupakan tanaman pangan berupa perdu dengan nama lain ubi kayu, singkong atau kasape. Singkong berasal dari benua Amerika, tepatnya dari negara Brazil. Penyebarannya hampir ke seluruh dunia, antara lain: Afrika, Madagaskar, India, Tiongkok. Singkong berkembang di negara-negara yang terkenal wilayah pertaniannya dan masuk ke Indonesia pada tahun 1852.

Di Indonesia, singkong menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun singking sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak.

Dengan perkembangan teknologi, singkong bisa dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan. Selain itu digunakan pula pada industri obat-obatan termasuk bahan baku membuat gula cair.

Data yang saya dapatkan tahun 2018 produksi gula dari bahan baku tebu sebesar 2,17 juta ton, sementara kebutuhan gula nasional mencapai 6,6 juta ton. Jika kita perhatikan data tersebut ketergantungan gula sangat besar sekali.

Produksi gula nasional dipasok oleh 48 pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 17 pabrik gula milik swasta. Walau sudah ada 65 pabrik gula belum mampu memenuhi kebutuhan nasional sehingga perlu ada terobosan baru menciptakan gula alternatif yang sehat dan ramah lingkungan.

Gula dari singkong berbentuk cair, mudah larut dalam air, lebih hemat digunakan karena lebih manis dari gula tebu, lebih sehat karena rendah karbohidrat dan rendah kalori, dapat bertahan selama satu tahun tanpa bahan pengawet.

Dari ulasan di atas bahwa gula cair dari singkong bisa diwacananakan, gagasan ini bisa disampaikan kepada pemerintah bahwa ada alternatif untuk memproduksi gula cair dari bahan baku singkong. SDM di Indonesia sangat banyak yang berpotensi, bisa disinergikan dan kolaborasi antara dunia akademisi, pengusaha dan pemerintah untuk merealisasikan proses pembuatan gula cair dari singkong. Pemerintah bisa menjadikan gula cair sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan gula nasional dan gula cair yang lebih sehat.

Prospek pemasaran gula cair juga sangat terbuka, disamping harga murah, penggunaannya juga lebih hemat karena lebih manis rasanya, lebih sehat, bisa menjangkau konsumen kalangan atas yang memiliki pola hidup sehat termasuk kalangan menengah ke bawah karena harga yang lebih murah, dapat juga dijual ke berbagai industri seperti Hotel, Restoran, Cafe, Industri makanan dan minunan.



Penulis :Tonny Saritua Purba, SP (Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia)

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.