Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Saat Panen Raya Bulog Serap Gabah Petani Padi, Bukan Impor
  Nyoman Suardhika   04 Maret 2023
Gredit Photo / Istimewa

Oleh: Tonny Saritua Purba

Kabargolkar.com - Bertani sebuah usaha yang tidak mudah,
beresiko karena ada faktor yang tidak bisa dikendalikan seperti hama, penyakit tanaman dan faktor iklim, termasuk juga ada biaya yang harus dipersiapkan, perlu ada keterampilan budidaya mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan, budidaya, tenaga kerja dan waktu tanam.

Bagi petani padi membutuhkan waktu budidaya kurang lebih 105 hari sebelum masa panen tiba dan butuh waktu sekitar 21-30 hari melakukan pengolahan lahan sebelum melakukan persemaian. Jika kita hitung waktu yang dibutuhkan petani dalam bertani sekitar 4 bulan lebih, waktu yang relatif lama dibutuhkan agar usaha kerja kerasnya bisa berhasil.

Saat panen raya tiba, saat yang dinantikan para petani padi beserta keluarganya, panen raya merupakan rahmad yang harus disyukuri dengan hati bahagia karena usaha kerja keras selama ini dan di beberapa daerah ada yang melakukan dengan hajatan penuh dengan keceriaan.

Kebijakan pemerintah diharapkan hadir dan sangat besar peranannya agar kebahagiaan petani beserta keluarganya bisa tercapai. Pemerintah harus membuat kebijakan harga gabah saat panen raya tiba, bulan Maret-April 2023 adalah kondisi panen raya bagi petani padi yang memiliki sawah irigasi tehnis termasuk petani padi tadah hujan dan petani padi gogo.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan tetapan harga pembelian gabah menjelang masa panen raya padi. Tentu pemerintah juga ingin menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Tetapan harga ini juga bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan peran Bulog sebagai off taker pada panen raya.

Penetapan harga dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tentu sudah melalui pertimbangan dari para pelaku usaha penggilingan padi, sehingga tercipta kesepakatan harga, kesepakatan harga ini sangat penting agar saat pada panen raya tiba, petani terlindungi karena biasanya saat panen raya tiba harga gabah selalu dibawah harga tetapan yang sudah diputuskan oleh pemerintah.

Adapun kesepakatan harga penjualan gabah adalah harga Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani sebesar Rp 4.550 per kg dan harga Gabah Kering Panen (GKP) tingkat penggilingan sebesar Rp 4.650 per kg berlaku sejak tanggal 27 Pebruari 2023 sampai batas yang ditentukan.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah tepat jika ijin impor dikeluarkan pemerintah saat para petani padi panen raya, padahal peran Bulog sebagai off taker untuk menyerap gabah petani, bagaimana jika Bulog malah impor ?

Jika saat ini stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih terbatas jumlahnya, belum mercapai 1,2 ton, maka saat panen raya inilah waktu yang sangat tepat bagi Bulog untuk menyerap gabah petani. Waktu panen raya ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar dua bulan sehingga Bulog harus benar-benar mau dan mampu menyerap hasil panen petani padi

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.