Oleh: Tonny Saritua Purba
Salah satu fungsi dari Stok Cadangan Beras Pemerintah
(CBP) yang dikeloa Perum Bulog adalah untuk menjaga stabilitas harga pasar. Saat ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ada sebanysk 1,6 juta ton, akan bertambah dari impor yang dilakukan pemerintah sebanyak 400 ribu ton dan totalnya akan menjadi 2 juta ton. Dengan adanya operasi pasar dan bantuan beras ke masyarakat selama tiga bulan tentu jumlah beras yang dikelola Perum Bulog akan berkurang.
Produksi gabah tahun 2022 sebanyak 54,75 juta ton gabah kering giling (GKG) dan jika diproses menjadi beras maka jumlahnya mencapai sekitar 31 juta ton. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi beras di dalam negeri meningkat, Susenas BPS September 2022 menulis bahwa 98,35 persen rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras. Per September 2023, rata-rata konsumsi beras per kapita di Indonesia mencapai 6,81 kg per bulan, dijelaskan juga bahwa masyarakat perkotaan mengonsumsi 6,37 kg per bulan, sedangkan masyarakat pedesaan lebih banyak lagi, yaitu 7,41 kg per bulan.
Musim kemarau dan El Nino sangat berpengaruh terhadap produksi gabah secara nasional, saat ini hanya sawah yang memiliki irigasi dan sumber air yang bisa menanam padi, walaupun memiliki sawah irigasi tapi tetap saja ketersediaan air menurun karena disebabkan musim kemarau yang lebih lama dan suhu yang lebih tinggi. Diprediksi fenomena El Nino ini bisa berlangsung hingga Februari 2024. Pemerintah lewat Kementerian Pertanian juga memprediksi bahwa dampak El Nino bisa mempengaruhi produksi beras tahun 2023 bisa turun sampai 1,2 juta ton.
Harga Beras Dalam Negeri
Berbagai upaya yang sudah dilakukan pemerintah agar ketersediaan beras termasuk harga beras bisa dipertahankan, salah satunya adalah penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras sebesar 10.900 per kilogram. Walaupun kita tau bahwa tetapan HET tidak berpengaruh terhadap harga beras dipasaran, saat ini harga beras di pasaran sudah diatas 10.900, bahkan di beberapa daerah di Jawa sudah menembus angka 13.000 per kilogram.
Adanya kenaikan harga beras dari harga normal dalam beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat yang kurang mampu. Fluktuasi harga beras berdampak pada tingkat inflasi dan daya beli masyarakat. Untuk menstabilkan harga beras, pemerintahan telah mendistribusikan bantuan 10 kilogram beras kepada 21,3 juta keluarga penerima Mlmanfaat (KPM) selama tiga bulan mulai September 2023 sampai bulan November 2023.
Pemerintah juga melakukan operasi pasar seperti Gerakan SIGAP SPHP atau Siap Jaga Harga Pasar dengan SPHP. Operasi pasar sudah dilakukan sejak bulan Agustus 2023 agar beras SPHP bisa berada di pasar-pasar di seluruh daerah lewat para pedagang pengecer dan diretail modern agar masyarakat bisa membeli beras dengan harga dibawah harga pasar yang sudah tinggi saat ini, Perum Bulog menjual harga beras medium saat operasi pasar dengan harga Rp 10.200 per kilogram