Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Merajut Diplomasi Parlemen untuk Kemerdekaan Palestina
  NINDY   29 Desember 2023

Kabargolkar.comKekerasan kembali terjadi di Jalur Gaza pasca berakhirnya empat hari
gencatan senjata. Tentara Zionis Israel secara membabi buta menyerang secara acak warga sipil yang tak berdosa. Bahkan saking "gila"-nya kelakuan tentara Israel Defense Force (IDF), pelapor khusus PBB mendesak keras ke Tel Aviv agar pembantaian warga sipil segera dihentikan. Hal ini karena sejumlah RS di Gaza kelimpungan mengatasi lonjakan pasien.

Amerika Serikat (AS) pun dilaporkan tengah menyiapkan sanksi untuk Israel, meskipun untuk hal ini kita tidak banyak berharap. Mengingat, sebagaimana yang lalu, Washington kerap membela Israel tanpa alasan yang cukup.

Sejak berkobarnya perang, 7 Oktober, korban tewas di Gaza mencapai 16 ribu jiwa. Sebagian besar di antaranya anak-anak, perempuan dan warga sipil. Lebih detail, merujuk laporan Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), setidaknya ada 16.248 korban tewas, dengan 7,112 anak-anak dan 4,885 wanita. Tak hanya warga sipil, 63 jurnalis juga meninggal dalam tugas—merujuk data Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ). Atas situasi ini, satu kata yang tepat untuk menggambarkan kebrutalan Israel: biadab!

Apakah yang harus kita lakukan? Puluhan demonstrasi di berbagai kota di Indonesia tak pernah henti mengecam kekerasan yang dilakukan Israel. Memang hanya itu yang bisa dilakukan masyarakat, selain berdoa. Namun pemerintah dan DPR memiliki ruang lebih besar untuk menaikkan level tekanan. Hanya saja, di saat yang sama sebagian besar masyarakat Indonesia tengah menyiapkan pesta demokrasi, Pemilu 2024. Saya sebagai kader Partai Golkar, anggota parlemen, dan juga Caleg DPR RI—bersama dengan teman-teman politisi lainnya—kini berada di dapil masing-masing untuk menyapa masyarakat dalam rangka memenangkan pemilihan.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Namun sebagai sesama umat manusia, hati nurani kita terluka ketika membaca dan melihat, saudara-saudara kita berada dalam gempuran yang tidak adil. Mereka tidak lagi berpikir pemilu, sekolah—bahkan untuk bertahan hidup esok hari pun, merupakan sesuatu yang mewah.

Peran Presiden Jokowi

Oleh karenanya, selaku anggota DPR, saya mendesak agar bangsa Indonesia melakukan langkah lebih dari yang sekarang sudah dilakukan. Presiden Jokowi Widodo telah secara tegas menggunakan segala upaya untuk menekan AS dan Israel. Dalam Rapat Darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Riyadh, Arab Saudi, pertengahan November lalu, Presiden memberikan 4 tuntutan terkait agresi militer yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza Palestina.

Pertama, Jokowi menuntut gencatan senjata secepatnya dari Israel. Tuntutan Indonesia ini dipenuhi, meskipun pasca gencatan senjata, Israel kembali menyerang Gaza. Kedua, akses bantuan kemanusiaan ke Palestina harus dipercepat dan diperluas. Jokowi mengatakan Indonesia akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina dan akan ditambahkan lagi. Ia berharap negara-negara OKI bisa mengusulkan mekanisme bantuan yang berkelanjutan.

Ketiga, Indonesia mendesak OKI untuk mengerahkan semua kekuatan dalam rangka menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kejahatan yang dilakukan ke Palestina. Termasuk akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk menyelesaikan

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.