Di Balik Naiknya Suara Golkar oleh Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung
hari ini dibandingkan sebelum-sebelumnya.
Peran Penting Caleg
Ketiga, persiapan Golkar pada 2024 ini jauh lebih matang. Pembentukan 10 wilayah kerja pemenangan sejak Munas 2019 menunjukkan keseriusan Golkar untuk terus meningkatkan suara. Munas juga mengamanatkan partai melakukan revitalisasi, rejuvenasi, dan modernisasi struktur partai hingga ke struktur terbawah. Sebagaimana tertera dalam putusan Munas maupun AD/ART, semua pengurus memastikan bahwa infrastruktur partai harus eksis sampai ke tingkat kecamatan dan desa, bukan hanya di atas kertas. Lebih jauh AD/ART memerintahkan, tiga bulan setelah Musda di provinsi harus Musda ada di kabupaten. Lalu, tiga bulan setelah itu harus ada pemilihan di tingkat kecamatan. Satu tahun setelah Munas, semua infrastruktur partai harus tergelar konsolidasinya hingga tingkat kelurahan/desa.
Keempat, kami melakukan apa yang kami sebut sebagai "audit organisasi". Selama ini ada stereotip bahwa Golkar adalah partai tua dengan infrastruktur yang paling menakutkan bagi lawan politik karena paling lengkap hingga ke ranting. Namun itu sebenarnya lebih bersifat retoris daripada fakta di lapangan. Kami tidak bangga berlebihan dengan "reputasi" itu. Sebaliknya, melihat itu sebagai tantangan yang harus dioptimalkan untuk pemenangan. Caranya, kita melakukan audit untuk mengisi infrastruktur partai dan melakukan revitalisasi.
Kami menemukan, misalnya ada ranting partai yang ketuanya sejak Golkar berdiri hingga sekarang masih sama. Atau dilanjutkan keluarganya secara turun-temurun. Ayahnya ketua, anaknya sekretaris, saudaranya bendahara, begitu seterusnya. Ini yang sejak 2020 pasca Munas, kita revitalisasi, untuk memastikan infrastruktur partai agar sesuai image-nya, dianggap sangat kuat. Kami ingin hal itu tidak berhenti di sekitar citra saja, melainkan benar-benar ada, riil di lapangan.
Kelima, kita membuat lembaga-lembaga baru. Misalnya Bappilu, yang biasanya diaktifkan satu tahun menjelang pemilu, kini mengalami peningkatan status dengan diformalkan di dalam AD/ART sebagai lembaga permanen. Jadi begitu pengurus baru terbentuk, struktur dan personalia Bappilu sudah juga harus ada. Lalu kita juga membentuk alat kelengkapan organisasi baru berupa Badan Saksi Nasional (BSN), yang kita pastikan bisa mengisi seluruh TPS yang ada. Sebelumnya pengadaan saksi lebih bersifat sporadis oleh masing-masing caleg di daerah. Kini saksi menjadi kunci, dan partai melakukan pelembagaan dengan meningkatkan level organisasi menjadi badan permanen.
Keenam, kami menghadirkan sebuah think-tank yaitu Golkar Institute (GI) yang bertujuan menjaring generasi baru melalui program sekolah the young political leaders. Dalam setahun GI melaksanakan pendidikan selama empat kali, yang menyasar anak-anak muda. Setelah mengikuti pelatihan, mereka kembali ke daerahnya masing-masing dan harus memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Anak-anak muda ini tidak diwajibkan masuk ke dalam struktur formal partai. Dengan begitu mereka bebas beraktivitas, dan mengeluarkan semua potensi dalam dirinya. Nah, ini semacam getaran baru yang kami ciptakan, dan alhamdulilah mendapat respons positif dari Milenial dan Genzy.
Ketujuh, kami memikirkan secara serius strategi penempatan caleg yang tepat dan memiliki dampak elektoral ke partai. Ini dilakukan sejak tiga tahun sebelum pileg, bukan membuka pendaftaran caleg beberapa bulan sebelum pemilu. Kami waktu itu mengajukan konsepnya dan disetujui oleh Ketua Umum. Singkatnya, kita melakukan tiga kali seleksi (rekrutmen) caleg. Awalnya kami mencari nama-nama terbaik di tiap wilayah, lalu dua tahun
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.