Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
TANTANGAN DAN PELUANG DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM MINUM SUSU GRATIS
  Suryo   05 Juni 2024
Program Minum Susu Gratis, Ilustrasi Sapi Perah.

Dengan meminum susu setiap hari, dapat memberikan asupan protein yang penting
bagi tubuh, susu juga mengandung sumber kalsium, mineral yang esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi agar kuat. Susu juga mampu meningkatnya daya tahan tubuh agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Minum susu juga dapat meningkatkan kinerja otak karena mengandung protein hewani yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan intelektual. Kandungan Vitamin B12, asam lemak B6 dan B9 yang ada di dalam susu penting untuk kinerja saraf di otak sehingga bisa berfungsi secara maksimal.

Program minum susu gratis ingin melahirkan generasi penerus bangsa agar tumbuh sehat secara tubuh, tulang dan otak, sesuai dengan tema kampanye Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024

Tantangan program minum susu gratis

Beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah agar program minum susu gratis ini berhasil dan sesuai dengan tujuan pemerintah yaitu mengatasi stunting, mencerdaskan kehidupan bangsa, meraih swasembada susu dan meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah adalah :

Pertama, program minum susu gratis untuk semua anak sekolah di Indonesia yang diperkirakan sekitar 82 juta orang, yang meliputi anak TK, SD, SMP, SMA, SMK, santri dan ibu hamil. Data dari Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian mencatat produksi susu sapi perah nasional hanya 900 ribu ton per tahun, jika kebutuhan program minum susu gratis sekitar 4 juta ton maka kekurangan produksi susu sapi perah sekitar 3,1 juta ton per tahun.

Kedua, data populasi sapi perah dari Fakultas Peternakan UGM mencatat populasi sapi perah di Indonesia saat ini sekitar 507 ribu ekor, masih jauh dari populasi yang diharapkan sekitar 2,5 juta ekor sapi perah.

Ketiga, secara nasional budidaya didominasi oleh kelompok usaha skala peternakan rakyat, hampir 90 persen produksi susu sapi perah dari peternak sapi perah rakyat, umumnya peternak rakyat memiliki 2-3 ekor sapi perah dengan produksi susu rata-rata 8-12 liter per ekor per hari.

Apakah tantangan program minum susu gratis bisa menjadi peluang ?

Dari penjelasan di atas bisa kita ketahui bahwa populasi sapi perah dan produksi susu perah secara nasional sangat terbatas, diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan program minum susu gratis maksimal 22 persen dari 82 juta orang penerimanya.

Dari potensi yang ada tersebut, apa yang bisa dilakukan pemerintah agar program minum susu gratis bisa dinikmati untuk seluruh anak sekolah termasuk juga untuk para ibu hamil dan anak pra sekolah ?

Peluang pertama, produksi susu perah di dalam negeri masih terbatas, sehingga penerima yang dijadikan skala prioritas adalah semua ibu hamil yang sekitar 4,4 juta orang dan sebagian dari 30 juta anak pra sekolah.

Peluang kedua, 90 persen produksi susu sapi perah adalah peternak sapi perah rakyat, pemerintah harus melakukan pemberdayaan, membangun kandang sapi perah dan memberikan lahan kepada peternak sapi perah untuk menanam rumput sebagai sumber pakan ternaknya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.