Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
TANTANGAN DAN PELUANG BAGI PEMERINTAH DALAM MENCETAK SAWAH SELUAS 1 JUTA HEKTAR DI MERAUKE
  Adi   16 September 2024
Toni purba Kader golkar
mencetak sawah seluas 300 ribu hektar yang lahanya akan digarap oleh petani transmigrasi. 

 

Tahun 2013 dilakukan juga program ketahanan pangan dengan nama program Food Estate Ketapang di Kalimantan Barat untuk mencetak sawah seluas 100 ribu hektar. 

 

Bisa dikatakan semua program cetak sawah di era SBY belum berhasil, proyek Food Estate Bulungan dan di Ketapang sampai bulan Agustus 2013 hanya berhasil dikembangkan sekitar 100 hektar sawah dari rencana yang akan dibuka seluas 100 ribu hektar, sedangkan di Bulungan, hingga 2014 baru tercetak sekitar 1.000 hektar sawah dari rencana yang akan dibuka seluas 300 ribu hektar.

 

*Bagaimana rencana cetak sawah seluas 1 juta hektar di Merauke, apakah akan berhasil ?*

 

Ada beberapa program pemerintah dalam rangka meraih swasembada gula dan bioetanol, salah satunya adalah pemerintah menargetkan pembukaan lahan seluas 2 juta hektar melalui investasi perkebunan tebu di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Perkebunan tebu seluas 2 juta hektar tersebut akan terintegrasi dengan industri gula, bioetanol dan pembangkit listrik biomassa. Investasi perkebunan tebu tersebut akan melibatkan investor dari BUMN, swasta dan perusahaan asing. Target pemerintah adalah akan mampu memproduksi gula sebesar 2,6 juta ton dan 244 juta liter bioetanol.

 

Untuk program strategis nasional lainnya adalah mencetak lahan sawah seluas 1 hektar, bukan merupakan investasi atau proyek swasta tapi semua akan dibiayai dan dikerjakan atas nama negara. Program strategis nasional ini dilakukan di Merauke karena lokasinya sangat luas, lahannya datar, subur, sumber airnya mendukung, potensinya mendukung untuk budidaya tanaman padi sepanjang tahun, bisa diperkirakan tingkat keberhasilan tinggi.

 

Ada yang menjadi perhatian pemerintah ke depan yaitu program cetak sawah seluas 1 juta hektar merupakan rencana jangka panjang karena untuk mencetak sawah terlebih dahulu harus membangun insfrastruktur, bendungan, jembatan, membuka jalan raya sepanjang 135 km dari wilayah Ilwayab menuju Ngguti dan membenahi saluran air sepanjang jalan untuk mengoptimalkan aliran air yang akan mengairi sawah seluas 1 juta hektar.

 

Bagaimana dengan program pemerintah untuk memproduksi beras jangka pendek ? Mengingat kebutuhan beras secara nasional setiap tahun selalu bertambah jumlahnya karena bertambahnya jumlah penduduk. Impor beras Indonesia tahun 2023 sebanyak 3 juta ton, impor beras terbesar selama 10 tahun terakhir dan rencana ijin impor tahun 2024 juga bertambah besar menjadi 3,6 juta ton. 

 

Presiden Prabowo Subianto perlu memiliki gagasan yang visioner dan revolutioner tentang program hasil cepat untuk memproduksi beras, impor beras diminimalisir, pemerintah bisa meraih surplus beras dan akhirnya bisa menjadi lumbung pangan dunia yang berpotensi menjadi salah satu negara pengekspor beras.

 

Penulis :

Tonny Saritua Purba, S.P

Kader Partai Golkar, Ketua Bidang Tani dan Nelayan Depinas SOKSI

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.