Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Bahlil Lahadalia: Dari Kepri untuk Indonesia, Energi Baru di Era Prabowo
  Muzaki   30 Oktober 2025
Eksplorasi gas bumi, Foto: esdm.go.id

Oleh: Alam Syarizal

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks,
Indonesia memasuki babak baru dalam tata kelola energi nasional. Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kabinet Presiden Prabowo Subianto menjadi penanda penting arah baru kebijakan energi negeri ini lebih berdaulat, inklusif, dan berpihak pada daerah penghasil.

Sebagai figur muda dengan pengalaman panjang di bidang investasi dan hilirisasi, Bahlil membawa semangat baru dalam membangun ekosistem energi yang tak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga pada pemerataan manfaat. Di bawah kepemimpinannya, sektor energi diharapkan menjadi motor pemerataan ekonomi hingga ke pulau-pulau terluar, termasuk Kepulauan Riau (Kepri).

“Kita ingin energi menjadi alat kedaulatan ekonomi bangsa. Sumber daya alam tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang, tapi harus memberi manfaat bagi rakyat di daerah penghasil,” ujar Bahlil dalam salah satu pernyataannya di awal masa tugasnya sebagai Menteri ESDM.

Natuna Simbol Kedaulatan dan Ketahanan Energi Nasional

Bagi masyarakat Kepri, nama Natuna bukan sekadar gugusan pulau di ujung utara Indonesia. Di bawah permukaan lautnya tersimpan cadangan gas bumi yang menjadi salah satu terbesar di Asia Tenggara. Namun selama bertahun-tahun, potensi itu belum sepenuhnya memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal.

Kini, di bawah arah kebijakan Bahlil, ada harapan baru. Fokus pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di daerah penghasil energi membuka peluang agar gas Natuna menjadi bagian nyata dari pembangunan ekonomi Kepri, bukan sekadar komoditas ekspor.

Langkah Bahlil yang mengedepankan investasi berbasis daerah, termasuk dalam pengelolaan sumber energi, sejalan dengan semangat desentralisasi ekonomi yang selama ini didorong oleh Golkar, partai yang konsisten memperjuangkan pembangunan dari daerah.

Pemerintah kini tengah menyiapkan pemanfaatan gas Natuna untuk kebutuhan domestik, termasuk rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga gas skala kecil di Ranai dan perluasan jaringan energi antar-pulau. Di Batam dan Bintan, PLTG sudah menjadi tulang punggung listrik dan industri. Dengan langkah ini, Kepri tidak hanya menjadi penghasil gas, tapi juga pengguna dan pengelola manfaatnya.

Transisi Energi di Pulau-Pulau Kecil: Dari Wacana ke Aksi Nyata

Selain gas dan minyak, tantangan energi di Kepri juga terletak pada akses listrik dan sumber energi bersih di pulau-pulau kecil. Banyak pulau masih mengandalkan solar yang mahal dan tidak ramah lingkungan.

Bahlil memahami bahwa transisi energi tidak bisa hanya terjadi di Jawa atau Sumatera. Kepri, dengan ratusan pulau berpenghuni, harus menjadi laboratorium nyata bagi energi terbarukan. Mulai dari panel surya, tenaga angin, hingga bioenergi lokal.

Langkah konkret ini diharapkan tidak hanya mendukung target nasional emisi rendah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi masyarakat pesisir.

Golkar dan Arah Pembangunan Energi Nasional

Partai Golkar memiliki sejarah panjang dalam membangun fondasi industri energi Indonesia. Kini, di era Prabowo-Bahlil, semangat itu kembali menemukan momentumnya.

Kader Golkar di berbagai daerah, termasuk Kepri, memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan energi agar tetap berpihak pada rakyat

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.