Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
"ORANG DESA TIDAK BUTUH DOLLAR"
  Muzaki   28 Mei 2026
KabarGolkar - Belakangan ramai menjadi perbincangan di warung kopi ketika Presiden Prabowo Subianto mengatakan "Orang Desa Tidak Butuh Dollar", yang dimaksud Presiden Prabowo adalah fondasi ekonomi rakyat tidak bergantung pada kepanikan kurs, tetapi pada kekuatan ekonomi riil yaitu pangan tersedia, harga stabil, pupuk ada, hasil panen terserap, dan rakyat bisa bekerja dengan tenang.
 
Para Petani di desa tidak membeli kebutuhan sehari-hari dengan dollar. Para Nelayan tidak pergi melaut memakai kurs valuta asing. Para Pedagang kecil tidak hidup dari spekulasi pasar global. Mereka membutuhkan negara hadir untuk menjaga kebutuhan pokok, menjaga produksi nasional, dan memastikan ekonomi rakyat tetap bergerak.
 
Karena itu, pernyataan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun sangat tepat, Presiden Prabowo sedang mengingatkan agar masyarakat tidak dibangun dalam suasana panik hanya karena gejolak kurs dollar. Dalam ekonomi, kepanikan psikologis bisa lebih berbahaya daripada angka kurs itu sendiri.
 
Dan faktanya, pemerintah tidak hanya bicara akan tetapi bekerja. Di era pemerintahan Presiden Prabowo, kebijakan pengurangan ketergantungan impor mulai menunjukkan hasil nyata. Pemerintah menegaskan Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2025 malah justru mendorong swasembada pangan nasional demi memenuhi ketersediaan di Indonesia.
 
Jika melihat data pemerintah saat ini menunjukkan stok cadangan beras nasional menembus rekor lebih dari 3,7 juta ton pada 2025, sementara impor beras yang pada 2024 mencapai sekitar 4,5 juta ton berhasil dihentikan.
 
Bukan hanya itu, pemerintah juga mulai mendorong pengurangan ketergantungan impor energi dan BBM. Presiden Prabowo menargetkan Indonesia menuju swasembada energi dan secara bertahap menghentikan impor BBM melalui peningkatan lifting minyak, pembangunan energi nasional, dan penguatan energi domestik.
 
Artinya jelas, arah kebijakan Presiden bukan sekadar menjaga nilai tukar di atas kertas, tetapi membangun kemandirian bangsa. Ketika pangan diperkuat, produksi dalam negeri meningkat, impor ditekan, dan energi nasional diperkuat, maka ekonomi rakyat menjadi lebih tahan terhadap gejolak global.
 
Jadi pesan dari Presiden Prabowo dan Ketua Komisi XI Misbakhun jangan dipelintir. Pesan Presiden Prabowo sangat sederhana, jangan biarkan rakyat kecil hidup dalam ketakutan akibat permainan isu kurs. Melainkan, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan pangan, energi, dan produksi rakyatnya sendiri.
 
Lalu pertanyaannya apa salahnya DPR mendukung program pemerintah? Begini perlu diketahui bersama, jika sampai DPR mendukung pemerintah, itu artinya pemerintahan berjalan dengan baik, pemerintahnya bekerja keras untuk mensejahterakan rakyatnya. Negara sebesar Indonesia tidak dibangun dengan slogan, tapi dengan kerja nyata, keberanian, dan strategi jangka panjang.
 
Jangan memfitnah seolah-olah tidak ada perubahan. Baru mulai bekerja saja Presiden Prabowo Subianto sudah fokus pada swasembada pangan, penguatan industri nasional, hilirisasi, dan pengurangan ketergantungan impor. Rakyat sekarang bisa melihat siapa yang bekerja membangun produksi nasional, dan siapa yang hanya sibuk membuat narasi negatif demi kepentingan politik.
 
Jakarta, 27 Mei 2026
Maju Terus, Pantang Mundur
Rouli Rajagukguk
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.