Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Dampak Menguatnya Dollar terhadap Usaha Para Petani di Indonesia
  Kabar Golkar   07 September 2018
[caption id="attachment_10941" align="aligncenter" width="660"]
Imbas Kenaikan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Dikhawatirkan Bisa Berimbas Pada Sektor Pertanian. (Photo/TSP)[/caption] Oleh : Tonny Saritua Purba Media akhir-akhir ini memberitakan mengenai dampak melemahnya nilai kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika, ada beberapa tokoh dan pengamat menganggap dengan melemahnya rupiah terhadap Dollar Amerika cukup menghawatirkan terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Pemerintah sendiri masih tetap optimis dengan nilai kurs saat ini, sikap optimis Pemerintah memang baik, untuk membuat kondisi masyarakat agar menjadi tenang. Benarkah sudut pandang dari pihak Pemerintah tidak berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia ? Bagaimana dengan para petani, apakah melemahnya Rupiah terhadap Dollar tidak berpengaruh terhadap sektor pertanian ? Benarkah ada hubungan antara menguatnya Dollar Amerika dengan sektor pertanian, jika ada apa saja pengaruhnya ? Jika Rupiah melemah maka bisa dipastikan harga impor komoditi pertanian akan naik, tentu sangat banyak dampaknya terhadap usaha para petani, beberapa dampak negatifnya bisa kita kaji, seperti : 1). Tenaga kerja di sektor pertanian seperti pertanian, perkebunan dan peternakan sangat banyak jumlahnya, sehingga apabila sektor pertanian ini terkena dampak dari melemahnya Rupiah maka semua orang yang terlibat dalam bisnis sektor pertanian mulai dari hulu hingga ke hilir akan mengalami resiko. 2). Menguatnya Dollar atau melemahnya Rupiah akan berdampak harga impor bahan baku akan mengalami kenaikan. 3). Biaya usaha para petani akan mengalami kenaikan, terutama yang berhubungan dengan biaya produksi, seperti benih, insektisida, herbisida, fungisida, mesin pertanian dan pupuk. Naiknya biaya produksi akan menjadi beban bagi petani, padahal tidak ada jaminan dari Pemerintah pada saat saat panen harga bisa bagus serta tidak adanya perlindungan dari pemerintah dari serangan produk impor. 4). Harga bahan kebutuhan pokok (sembako) akan naik, salah satu pemicu naiknya harga kebutuhan pokok adalah akibat dari naiknya bahab bakar minyak, tidak hanya kebutuhan pokok saja yang naik tapi juga menimbulkan harga tarif dasar listrik akan naik. Biaya transportasi dan distribusi juga memerlukan bahan bakar minyak, kenaikan bahan bakar minyak akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga produk. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan Pemerintah dan para petani di dalam negeri agar Rupiah bisa menguat kembali terhadap Dollar Amerika, seperti : 1). Meningkatkan produksi dalam negeri sehingga ekspor bisa meningkat. 2). Mengurangi nilai impor dengan cara memproduksi lebih banyak lagi komoditi pertanian di dalam negeri, seperti seperti bawang merah, bawang putih, sayuran, hortikultura, buah-buahan, garam, hasil perikanan dan produk perkebunan. 3)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.