Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
62 Tahun Golkar: Menatap Masa Depan Bersama Bahlil Lahadalia
  Muzaki   22 Oktober 2026
Sulhan Manggabarani

Penulis: Sulhan Manggabarani

Jakarta, KabarGolkar.com - 62 tahun bukan perjalanan
singkat bagi sebuah partai politik. Dalam rentang waktu tersebut, Partai Golkar telah melewati berbagai dinamika bangsa, menghadapi perubahan zaman dan menjadi bagian penting dalam perjalanan politik Indonesia. Sejarah panjang ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat.

Bagi saya, peringatan HUT ke-62 Partai Golkar bukan sekadar momentum mengenang masa lalu, melainkan kesempatan untuk menatap masa depan dengan semangat baru. Kebesaran partai tidak cukup diukur dari usia, struktur organisasi atau posisi politik, tetapi juga dari kemampuan menjawab persoalan masyarakat dan memperjuangkan kepentingan bangsa.

Dalam konteks tersebut, kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia menjadi bagian penting dari perjalanan Golkar ke depan.

Aktivis Mahasiswa sampai Pemimpin Nasional
Perjalanan Bahlil Lahadalia memperlihatkan proses panjang dalam membangun kepemimpinan. Sejak menjadi mahasiswa di STIE Port Numbay, Jayapura, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan, termasuk sebagai Ketua Dewan Mahasiswa dan Ketua Senat Mahasiswa. Ia juga pernah menjabat Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2002–2004.

Pengalaman organisasi tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya sebelum melangkah ke dunia usaha dan kepemimpinan nasional. Perjalanan berikutnya berlanjut melalui Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), mulai dari kepengurusan daerah hingga dipercaya menjadi Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015–2019.

Rangkaian pengalaman itu memperlihatkan perjalanan dari aktivisme mahasiswa, organisasi, dan kewirausahaan menuju tanggung jawab yang lebih luas. Setiap tahap menghadirkan tantangan berbeda dan menuntut kemampuan untuk membangun komunikasi, mengelola organisasi, serta mengambil keputusan.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ke pemerintahan. Bahlil dipercaya memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2019, yang kemudian berkembang menjadi Kementerian Investasi/BKPM. Pada Agustus 2024, ia dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.

Di sektor pemerintahan, investasi dan energi merupakan bidang strategis yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengelolaan sumber daya alam. Tanggung jawab tersebut menuntut kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada capaian ekonomi, tetapi juga memperhatikan kepentingan masyarakat.

Bagi saya, perjalanan Bahlil menunjukkan bahwa kepemimpinan merupakan proses panjang yang dibentuk oleh pengalaman dan tanggung jawab. Sementara keberhasilan setiap jabatan tetap harus diukur melalui kebijakan, hasil kerja, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Memimpin Golkar, Menjaga Warisan dan Membuka Jalan
Pada Musyawarah Nasional XI Partai Golkar, Agustus 2024, Bahlil Lahadalia terpilih sebagai Ketua Umum. Kepercayaan tersebut menandai babak baru bagi dirinya sekaligus menghadirkan tanggung jawab besar untuk memimpin partai yang memiliki sejarah panjang dan jaringan kader di seluruh Indonesia.

Memimpin Golkar bukan sekedar menjaga organisasi tetap berjalan. Tantangannya adalah merawat kebersamaan di tengah perbedaan, memperkuat kualitas kader, serta memastikan bahwa kekuatan politik diterjemahkan menjadi kerja yang bermanfaat

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.