Mempersiapkan Talenta Digital
Teknologi tanpa manusia yang cakap hanyalah alat. Karena itu, Partai GOLKAR mulai mempersiapkan talenta digital. Persiapan ini dimulai dari dalam, sebab ajakan agar masyarakat menguasai iptek baru akan meyakinkan bila Partai sendiri lebih dulu menjalankannya.
Talenta digital adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan karya, dan cakupannya luas. Ada pengelola media sosial dan pembuat konten yang setiap hari menyapa masyarakat, pelaku pemasaran digital (digital marketing) yang membantu produk dan gagasan menemukan pasarnya, serta desainer grafis dan penyunting video yang membuat pesan mudah dipahami. Ada pula analis data yang membaca kecenderungan, pengembang aplikasi dan situs web, penjaga keamanan siber, hingga praktisi kecerdasan artifisial. Mereka bisa datang dari mana saja: mahasiswa, pekerja kreatif, pelaku UMKM yang berjualan daring, guru, aparatur, maupun kalangan profesional.
Bagi Partai GOLKAR, talenta digital adalah kader fungsional. Sejak awal, Golongan Karya mengamalkan karya dan kekaryaan atas dasar jenis kerja dan lingkungan kerja. Karena itu, Partai mengenal kader yang berkarya di lapangan pekerjaannya masing-masing, seperti petani, guru, nelayan, dan pelaku usaha, dan talenta digital adalah kader yang lapangan karyanya dunia digital. Mereka membina sesama kader agar melek teknologi, menyerap dan menyalurkan aspirasi warga, serta meningkatkan mutu dan keahlian anggota di lingkungannya. Ada yang menjadi penggerak di setiap kepengurusan, termasuk Ormas Pendiri dan yang Didirikan serta Organisasi Sayap, ada pula yang menangani pekerjaan khusus seperti pengelolaan data, keamanan sistem, dan pemanfaatan AI.
Menjalankan Misi Partai GOLKAR
Talenta digital berperan mewujudkan misi Partai GOLKAR. Yang pertama adalah menegakkan, mengamankan, dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa demi memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di era AI, ancaman terhadap persatuan bisa datang dari layar ponsel: hoaks yang diproduksi secara massal, video palsu yang meniru wajah dan suara tokoh, hingga ujaran kebencian yang memecah belah. Talenta digital Partai GOLKAR menjawabnya dengan karya. Mereka memanfaatkan teknologi, termasuk AI, untuk membaca percakapan publik, mengenali hoaks lebih cepat, lalu meluruskannya dengan informasi yang jernih. Mereka juga mengemas nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi konten yang dekat dengan generasi muda, serta mengajak masyarakat cakap digital agar tidak mudah terprovokasi. Dengan cara itu, Partai GOLKAR hadir sebagai kekuatan penengah yang menyejukkan, bukan memanaskan.
Misi kedua adalah mewujudkan cita-cita Proklamasi melalui pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang untuk merealisasikan masyarakat yang demokratis dan berdaulat, sejahtera, adil dan makmur, menegakkan supremasi hukum dan menghormati hak asasi manusia, serta terwujudnya ketertiban dan perdamaian dunia. Talenta digital mewujudkannya dengan membuat Partai makin dekat dan cepat tanggap kepada rakyat. Aspirasi warga yang masuk lewat kanal digital dihimpun dan dipetakan dengan bantuan data dan AI, lalu diperjuangkan oleh Fraksi Partai GOLKAR dan kader di pemerintahan, sejalan dengan semboyan “Suara Rakyat Suara Golkar”. Untuk kesejahteraan, talenta digital mendampingi pelaku UMKM, koperasi,