Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Peran Talenta Digital Partai GOLKAR dalam Menjalankan Visi Misi Partai
  Muzaki   04 November 2026
Roan Gylberth (Wakil Koordinator Pokja Keanggotaan DPP Partai GOLKAR | Praktisi AI
Sekretaris SC Rapimnas MPO dan Semiloka Kecerdasan Artificial Partai GOLKAR)

Oleh: Roan Gylberth (Wakil Koordinator Pokja Keanggotaan DPP Partai GOLKAR
| Praktisi AI
Sekretaris SC Rapimnas MPO dan Semiloka Kecerdasan Artificial Partai GOLKAR)

KabarGolkar - Hari ini, sebagian besar kehidupan kita berlangsung di layar ponsel. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026 mencatat lebih dari 235 juta orang, atau 81,72 persen penduduk, sudah terhubung dengan internet. Di sanalah warga kini bekerja, belajar, berjualan, mencari kabar, dan juga membicarakan politik. Gelombang perubahan berikutnya pun sudah tiba, yaitu kecerdasan artifisial atau AI. Teknologi ini mampu menulis, menerjemahkan, merangkum laporan, bahkan membuat gambar dan video dalam hitungan detik. Banyak pekerjaan yang dulu memerlukan satu tim selama berhari-hari kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat.

Dampaknya terasa ke dua arah. Di satu sisi, AI membuka peluang: layanan publik bisa lebih cepat, usaha kecil bisa menjangkau pasar yang lebih luas, dan warga lebih mudah menyuarakan pendapatnya. Di sisi lain, AI juga mempermudah penyebaran hoaks, video palsu yang tampak meyakinkan, dan polarisasi yang memecah belah. Selain itu, kita menghadapi kekurangan tenaga terampil. Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030, dengan kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan yang diperkirakan mencapai hampir 3 juta orang. Pemerintah pun tengah menuntaskan aturan tentang peta jalan dan etika AI, dengan tujuan menciptakan ekosistem kecerdasan artifisial yang etis, aman, dan bertanggung jawab.

Kemajuan teknologi ini tidak dapat dihindari oleh semua pihak, termasuk Partai GOLKAR. Ketua Umum Bahlil Lahadalia mengingatkan bahwa 73 persen pemilih pada Pemilu 2029 diperkirakan berusia 17 sampai 50 tahun, dan menegaskan bahwa kita sudah berada di era digital. Lalu, bagaimana Partai GOLKAR menyikapinya? Jawabannya berakar pada jati dirinya sendiri.

Karya Kekaryaan di Zaman Baru

Partai GOLKAR, kelanjutan Sekretariat Bersama Golongan Karya yang berdiri pada 20 Oktober 1964, berpegang pada doktrin Karya Siaga Gatra Praja. Doktrin ini memandang karya sebagai kegiatan kodrati manusia yang selalu membawa fungsi sosial, sehingga setiap karya harus berguna bagi sesama. Doktrin yang sama menegaskan bahwa cita-cita masyarakat adil dan makmur menuntut karya nyata yang terarah dan terus-menerus, sesuai kodrat manusia dan tuntutan perkembangan zaman.

Hari ini, tuntutan zaman itu adalah teknologi digital dan AI. Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi karya tetap lahir dari manusia: dari niat untuk melayani dan kemauan memanfaatkan teknologi demi kebaikan bersama. Merapikan data, menghadirkan layanan yang mudah dijangkau warga, atau meluruskan hoaks adalah karya, sebab tidak ada karya yang hina atau rendah selama berguna bagi sesama manusia.

Karena doktrinnya hidup mengikuti zaman, visi Partai pun menatap jauh ke depan. Sebagaimana ditegaskan dalam Program Umum hasil Munas XI, visi Partai GOLKAR adalah:

Terwujudnya masyarakat Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju, modern, damai, adil, makmur, beriman dan berakhlak mulia, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan bermartabat dalam tata pergaulan dunia

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.