kabargolkar.com, JAKARTA - Dengan semakin langkanya produk masker untuk kebutuhan tenaga medis juga melihat kondisi negara-negara yang berhasil memerangi virus Covid-19 dengan kampanye masker kain untuk masyarakat. Komisi VI DPR RI melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif yang bisa diikuti oleh Indonesia dalam proses penanggulangan penyebaran virus. Dalam berbagai rapat dengan mitranya, Komisi VI terus mengklaim masker non-medis memiliki banyak keunggulan.
Kampanye ini disosialisasikan oleh Komisi VI DPR RI, pertama kali dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang ketiga Tahun Sidang 2019-2020, Kamis (2/4/2020) lalu. Penguatan gerakan masyarakat menggunakan masker non-medis juga selain menghindari kelangkaan masker medis, bisa digunakan berulang kali, serta yang terpenting produksinya harus dilakukan UMKM, sehingga perekonomian masyarakat tetap dapat berjalan.
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Mukhtarudin juga mendukung hal tersebut. Ia mengatakan bahwa kampanye masker non-medis kepada masyarakat dapat membantu proses pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Masyarakat akan lebih memilih masker dengan harga lebih murah dengan kualitas yang sama.
“Dan ini bisa ditugaskan langsung kepada BUMN yang bisa memproduksi itu misalnya Industri Sandang Nusantara (ISN). Yang saya dengar katanya mereka sebenarnya sudah mulai produksi itu (masker). Kemudian intinya diperlukan penugasan langsung kepada BUMN yang mampu memproduksi pelindung kesehatan bagi masyarakat juga harus libatkan UMKM,” tegasnya.