Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Soal Daging Babi Berkedok Sapi, Ace Hasan: Pemda Harus Awasi Produk Pasar
  Muhammad Said   13 Mei 2020
Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Ace Hasan Syadzily

kabargolkar.com, JAKARTA - Kasus penjualan daging babi yang dibuat mirip
daging sapi sepertinya terus ada tiap tahun. Salah satu kasus terbaru terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menyoroti fenomena dijualnya puluhan ton daging babi yang disamarakan sebagai daging sapi. Ace menilai pemerintah daerah harus meningkatkan pengawasan produk yang beredar di pasaran.

"Saya mengimbau kepada pihak-pihak yang terkait, terutama Dinas Perdagangan Pemerintah daerah, harus lebih intensif melakukan pengawasan terhadap produk-produk yang dijual di pasaran," kata Ace saat dihubungi wartawan, Selasa (12/5/2020).

Ace mengatakan, pengawasan ini perlu ditingkatkan sebagai upaya pemerintah dalam menjamin beredarnya produk halal di masyarakat. Seperti tertuang dalam UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

"Ini penting untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat muslim, terutama bagi produk makanan yang beredar di pasar-pasar tradisional," kata dia.

Kasus yang terjadi di Bandung itu pun jelas bertentangan dengan UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Sebab itu, Ace meminta penegak hukum harus bersikap tegas terhadap pihak yang secara sengaja menjual daging babi tanpa menyebutkan kejelasan produk daging yang dimaksud.

"Oleh karena itu, pelaku yang melakukan tindakan yang sengaja menjual produk yang jelas ketentuan keharamannya harus segera ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Ace menegaskan.

Sebelumnya, Jajaran Satreskrim Polresta Bandung mencokok penjual daging babi yang mengolahnya menyerupai daging sapi. Daging itu kemudian dijual ke masyarakat.

Dua orang yang ditangkap di antaranya adalah pengepul berinisial Y dan M. Sedangkan dua lainnya merupakan pengecer berinisial AS dan AR.

"Kami bekerja dan mendapat informasi bahwa ada daging babi diolah dan dijual menjadi seolah-olah daging sapi," ujar Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan kepada wartawan di Mapolresta Bandung, Senin (11/5).

Menurutnya, dua pengepul mengolah daging babi yang berwarna pucat menggunakan boraks sehingga menyerupai daging sapi dengan warna merah dan dijual dengan harga daging sapi. Pelaku Y dan M ini katanya merupakan warga Solo yang mengontrak di Kabupaten Bandung dan sudah setahun menjalankan aksinya.

Ia mengatakan, keduanya memperoleh daging babi dari Solo yang dikirim menggunakan truk pickup. Katanya, selama satu tahun di Kabupaten Bandung mereka sudah mengolah daging babi menyerupai daging sapi mencapai 63 ton dengan rata-rata per minggu mendistribusikan 600 kilogram.

Saat ini, Hendra mengungkapkan masih mendalami apakah dua orang pengepul tersebut membeli barang dari Solo atau didapatkan dari hasil berburu. Mereka, menurutnya mengolah daging babi tersebut dan menjual kepada AR dan AS sebagai pengecer.

Selain itu, ia mengatakan sebagian masyarakat didapati mendatangi Y dan M untuk membeli daging tersebut. Saat transaksi pelaku mengklaim bahwa barang tersebut daging sapi. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati saat akan membeli daging sapi khususnya dengan harga di bawah pasaran.

"Saudara AR jual di daerah Majalaya dan AS di Baleendah. Masyarakat tidak usah khawatir, daging sudah disita tapi harus berhati-hati lagi," katanya

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.