kabargolkar.com, BANDUNG - Meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diterapkan di Kota Bandung, beberapa hari terakhir banyak warga yang tetap beraktivitas diluar rumah. Bahkan ada kecenderungan intensitasnya terus meningkat dari hari ke hari.
Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI, Nurul Arifin menghimbau masyarakat untuk tetap mawas diri dan tetap mentaati aturan PSBB. Dia ingin protokol Kesehatan yang diatur dalam PSBB dijadikan kebiasaan sehari-hari agar tidak terpapar virus corona baru atau covid-19.
Nurul menegasakan, tak hanya kesungguhan pemerintah dalam membuat kebijakan penanggulangan bencana, penurunan kasus corona pada akhirnya tergantung dari kesadaran warga.
“Saya kira lebih kepada kesadaran individu, apalagi kita berhadapan dengan situasi atau tradisi baru yang akan kita jalani pada masa pandemi ini. Seperti menjaga jarak, kebesihan, memakai masker dan lain sebagainya,” kata Nurul di sela pembagian bantuan sambako lebaran di Kawasan Jalan Bukit Pakar Timur, Kota Bandung, Jumat (15/5).
Banyaknya pemukiman padat penduduk, lanjut Nurul, menjadikan warga Kota Bandung tergolong rentan terpapar virus asal Wuhan itu. Dia Kembali mengingatkan bila kesadaran masyarakat jadi kunci keberhasilan pencegahan penyebaran virus corona.
Terlepas dari itu, Nurul mengingatkan bila daya tahan sesorang terhadap virus corona sangat ditentukan oleh kondisi psikologi mereka. “Masyarakat jangan sampai stres, sebab akan menurunkan imunitas, sehingga semua penyakit gampang masuk,” ujarnya.
Lebih jauh Nurul menuturkan, setelah lebaran akan ada rencana pembebasan PSBB secara bertahap. Namun, tentunya hal ini akan dilakukan terlebih dahulu kajian sebelum diberlakukan.
Karena kondisi pandemi ini, bukan hanya di Indonesia, tapi terjadi secara global. “Memang yang paling parah adalah dampak ekonomi, dimana dirasakan semua negara. Maka ini jadi pelajaran kita bersama,” pungkasnya.