kabargolkar.com, JAKARTA - Pemerintah terus mematangkan rencana pembukaan sejumlah sektor di masa new normal, termasuk membuka kembali aktivitas pendidikan di pesantren. Dalam rapat antara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo hingga Menag Fachrul Razi, diputuskan pesantren yang bisa dibuka yang berada di zona hijau dan kuning.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, mengingatkan pemerintah berhati-hati dalam menentukan kebijakan. Ia lebih memilih pesantren mengikuti agenda pendidikan nasional, yaitu belajar di rumah hingga Desember 2020.
"Saya lebih cenderung agar menyesuaikan dengan kebijakan agenda sistem pendidikan secara nasional," kata Ace dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).
"Artinya, jika proses di pesantren para santrinya menyesuaikan dengan sistem kurikulum dengan sekolah atau madrasah, maka proses pembelajarannya disesuaikan dengan kebijakan pendidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan dan Kementerian Agama RI yang saat ini arahnya tetap belajar di rumah hingga bulan Desember 2020," jelasnya.
Kemendikbud sebelumnya merancang sekolah dibuka Juli atau Desember, namun belakangan diputuskan Juli sesuai tahun ajaran baru. Sekolah yang berada di zona hijau boleh tatap muka asal memenuhi izin, zona kuning dan merah tetap daring.
Ace menyadari pendidikan di pesantren pasti berbeda dengan sekolah atau madrasah, karena sistem pembelajarannya 24 jam dan tinggal di sana. Namun, pencegahan dari kemungkinan terpapar COVID-19 perlu diperketat.
"Para santri belajar bersama, mengaji bersama, makan bersama, bermain bersama dan tidur dalam satu kamar yang luasnya juga terbatas. Interaksi personal antara santri tak terhindarkan dalam lingkungan pesantren itu," pungkasnya.
Sebelumnya dalam rapat internal bersama Wapres Ma'ruf Amin, diputuskan pondok pesantren bisa kembali berkegiatan, khususnya yang berada di zona hijau dan kuning.
"Pada intinya penyelenggaran pendidikan di pesantren dan asrama bisa dimulai. Utamanya di zona hijau dan kuning. Namun tetap harus aman dari COVID-19. Artinya harus mengutamakan aspek kesehatan dan infrastruktur agar pesantren dan asrama tidak menjadi cluster penyebaran virus," ujar Jubir Wapres Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi Masduki dalam keterangannya, Rabu (10/6).
Dalam rapat tersebut, juga dibahas soal rencana jangka panjang pemerintah untuk memperbaiki kegiatan pendidikan di pesantren. Pemerintah akan memformulasikan strategi agar kegiatan belajar mengajar jarak jauh bisa optimal. [kumparan]