Firman sangat menyayangkan jika ada pihak yang mengatakan SOKSI independen dengan maksud melepaskan keterikatan politiknya dengan Partai Golkar.
“Itu artinya yang bersangkutan tidak paham sejarah dan saya meyakini Ketum Ahmadi Noor Supit sangat paham tentang itu,” lanjutnya.
Firman mengajak seluruh kader SOKSI tegak lurus menghormati konstitusi Partai Golkar. Ia menghimbau semua elemen dan kader SOKSI dari kubu manapun untuk tetap konsisten berafliasi politik ke Partai Golkar.
“Kalau ditanya apa harapan untuk SOKSI di usia yang ke 61 ini, tentunya saya berharap SOKSI mampu menyatukan dirinya dari konflik yg berkepanjangan di internal organisasi dan mampu menyelesaikan perpecahan dengan baik serta mampu mengonsolidasikan organisasi sampai tingkat daerah untuk mengawal dan memenangkan Partai Golkar dalam Pemilu 2024. SOKSI juga harus mengawal capres tunggal yang diusung Partai Golkar, yakni Ketua Umum Airlangga Hartarto. Kita harus bergandengan tangan dan saling bahu membahu. Hindari perbedaan dan perpecahan yang tidak perlu terjadi. Satukan barisan untuk mencapai satu tujuan menuju kemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024,” Pungkasnya.