Kabargolkar.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar Melkiades Laka Lena meminta pemerintah melalui Kementerian/Lembaga terkait membuat sistem yang lebih memudahkan agar ada percepatan dalam pembayaran klaim Rumah Sakit (RS) untuk penanganan pasien Covid-19 dan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes).
Keterlambatan pencairan anggaran di dua hal tersebut mempengaruhi struktur penanganan kesehatan dan membuat struktur anggaran non covid terganggu karena harus menyelesaikan pemasalahan tunggakan.
“Kami meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Kemenkeu agar membuat sistem yang memudahkan agar lebih pasti. Insentif nakes diberikan maupun klaim RS dibayarkan dalam sebuah pola yang cepat, sederhana, akuntabel dan mudah dilaksanakan,” ucap Melki dalam rapat kerja pada Senin (5/7).
Dia mengatakan untuk pencairan insentif nakes bila memungkinkan dibuat dengan pola sederhana misalnya setiap bulan sekali sudah ditentukan tanggal pencairannya. Sebab nakes menjadi garda terdepan dalam menghadapi Covid.
“Jangan sampai terjadi lagi insentif nakes terhambat sistem birokrasi seolah-olah melewati prosedur yang benar tetapi memperlambat,” ucap Melki.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai leading sektor diharapkan mengambil peran lebih aktif dibandingkan Kementerian/Lembaga (K/L) lain sehingga kehadirannya bisa dirasakan dari aspek hulu sampai hilir. Kebijakan Kemenkes diharapkan bisa terasa sampai seluruh lini
“Kebijakan kesehatan bisa diimplementasikan sampai ke bawah. Dalam implementasinya saya melihat bahwa masih banyak hal yang diputuskan di Jakarta belum optimal,” ucapnya. [investor.id]