Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi mendukung langkah Pemerintah melalui Permenkumham dengan melarang masuk bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) selama masa PPKM Darurat Jawa-Bali berlangsung.
Aturan tersebut tertuang dalam Permenkumham 27/2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia dalam Masa PPKM Darurat.
Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, seharusnya aturan itu diberlakukan sejak awal pandemi Covid-19.
"Sudah betul itu, harusnya dari sejak awal. Semua hal yg berkaitan dengan pemutusan sebaran Covid-19 domestik sudah dilakukan, termasuk yang terbaik seperti vaksinasi, pembatasan mobilitas, bansos dan penguatan jaring-jaring sosial lain, tapi malah ada varian-varian baru yang jelas asalnya dari luar negeri, bukan mutasi lokal," kata bobby saat dihubungi wartawan, Kamis (22/7/2021).
ia juga menjelaskan, bahwa salah satu protokol yang belum dilakukan pemerintah adalah pembatasan akses masuknya WNA ke Indonesia dan protokol karantina.
Menurutnya, semesti kebijakan tersebut harus lebih ketat dengan pantauan penegak hukum.
"Jadi sudah jelas satu-satunya protokol yang belum dilakukan adalah pembatasan akses masuk dari luar negeri. Protokol karantina sudah mulai dari lima hari sampai lebih, malah banyak ditemukan varian yang teridentifikasi dari luar negeri," ujar Bobby.
Lebih lanjut, Bobby mengganggap kebijakan pemerintah pembatasan akses masuknya WNA ke Indonesia sudah benar dan perlu di tingkatkan lagi pada penerapan serta penegakkan hukumnya.
"Mulai dari perlunya peninjauan kebijakan bebas visa, sampai pembatasan akses ini, walau terlambat, lebih baik daripada nggak, udah jelas negara asal varian baru ini terdeteksi dari bulan Februari, ya semoga ini bisa mendukung penurunan kasus baru," tegas Bobby
"Iya, atau prokesnya lebih ketat, karantina lebih lama misalnya, dan tes PCR lebih sekali. Kebijakannya perlu bukan di generalisir, antara negara/WNA asal yang beresiko tinggi dan menengah atau biasa. Ya PPKM aja ada level pedesnya, pintu masuk WNA harusnya bukan satu level dong," tutup Bobby.