Kabar Golkar

HUT Ke-76 MPR, Bambang Soesatyo: MPR Bergerak Dinamis dan Selalu Di Tengah Rakyat

Oleh · · Kabar Parlemen

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Photo: Dok. MPR RI)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Photo: Dok. MPR RI)

Sikap kebangsaan yang ada di MPR dijelaskan oleh Bambang Soesatyo tercermin dari komposisi pimpinan MPR. Pimpinan MPR yang ada berasal dari semua partai politik yang lolos parliamentary threshold, ditambah dengan Kelompok DPD.

“Setiap mengambil keputusan kita menggunakan musyawarah mufakat,” tuturnya. “Bagi MPR kepentingan bangsa diutamakan daripada kepentingan politik dan golongan,” tambahnya.

Meski jalan yang ditempuh MPR dalam mengambil kebijakan lewat musyawarah dan mufakat namun Bambang Soesatyo mengakui ada dinamika. “Dinamika menunjukan ada ruang-ruang terbuka untuk menyampaikan pandangan dan gagasan,” ungkapnya.

Dinamika yang terjadi dicontohkan saat ini ada keinginan untuk menghidupkan kembali rancangan pembangunan model Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). 

Model pembangunan yang sekarang disebut pokok-pokok haluan negara (PPHN) itu sekarang sedang dibahas di MPR. 

Untuk membahas PPHN, dikatakan oleh Bambang Soesatyo, MPR menjaring berbagai masukan dan aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat. “Pimpinan rutin mendatangi perguruan tinggi di berbagai kota untuk meminta masukan dari kalangan akademisi terkait landasan pembangunan bangsa Indonesia untuk 25 hingga 50 tahun ke depan,” ungkapnya.

Dalam PPHN, Bambang Soesatyo mengakui dinamika yang ada di MPR sangat dinamis. Apalagi ada keinginan amandemen untuk memasukan PPHN dalam UUD. Ia senang demikian sebab hal demikian menunjukan bahwa bangsa Indonesia memiliki beragam pikiran dan pendapat. 

“Pastinya untuk Indonesia,” tuturnya. “Setiap pendapat bagi MPR harus kia hargai sebab negara ini berdasarkan demokrasi,” tambahnya.

MPR di masa kepemimpinannya diakui oleh Bambang Soesatyo juga terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Meski demikian, derap, dinamika, dan kerja di MPR terus berjalan. “Selama pandemi Covid-19 kita tetap melaksanakan tugas-tugas MPR,” tuturnya.

Tugas yang ada dilakukan secara daring dan luring. “Kita setiap hari mengadakan Sosialisasi Empat Pilar dengan daring dengan berbagai komponen bangsa,”ujarnya. “Bila kita mengadakan pertemuan secara tatap muka, kita menerapkan sistem protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.*