"Dengan kemajemukan yang dimiliki serta kondisi geografis sebagai negara kepulauan dengan potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, menempatkan Indonesia sebagai center of gravity bagi kepentingan komunitas global. Menjadikan kita dalam posisi rentan terhadap pengaruh dan infiltrasi asing. Maka penghormatan terhadap nilai kebhinekaan dalam bingkai NKRI menjadi syarat mutlak untuk menjaga kedaulatan sebagai sebuah bangsa," sorot Bamsoet.
Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini menjelaskan, mengelola keberagaman bukan dimaknai dengan memaksakan keseragaman. Tetapi lebih pada penghormatan terhadap adanya perbedaan.
Menekankan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang menyatukan, bukan perbedaan yang memisahkan. Mengelola keberagaman dan merawat kebhinekaan menuntut peran serta segenap pemangku kepentingan. Tidak hanya pemerintah, melainkan juga masyarakat, utamanya generasi muda bangsa, dan terkhusus lagi adalah para mahasiswa.
"Sebagai insan cendekia yang memiliki kompetensi akademis dan pemikiran analitis, mahasiswa adalah sumberdaya potensial yang diharapkan mampu menyikapi keberagaman dan menarasikan pentingnya merawat kebhinekaan dengan kedewasaan pemikiran."
"Mahasiswa adalah agen perubahan yang dengan idealismenya harus mampu membangun kesadaran serta mempengaruhi dan memobilisasi masyarakat untuk senantiasa menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai prioritas keberpihakan," pungkas Bamsoet.(merdeka.com).