Kabargolkar.com - Konflik di Papua hingga kini masih menjadi sorotan publik bahkan internasional. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua terus menebar ancaman pasca serangan yang membuat kisruh Distrik Kiwirok beberapa waktu lalu.
Menyikapi polemik ini, legislator Partai Golkar Dave Laksono menilai butuh pendekatan secara humanis terhadap sederet persoalan yang menghantui masyarakat Papua.
"Yang harus diutamakan adalah pendekatan-pendekatan humanisme. Mendorong pendekatan secara kebudayaan, sosial, ekonomi dan terus mengingatkan dan menanamkan bahwa Papua adalah bagian Indonesia dan Indonesia adalah Papua dan keberagaman kita adalah pemersatu kita," ujar Dave kepada wartawan, Jumat (24/9/2021).
Meski begitu, Anggota Komisi I DPR RI itu meminta pemerintah tetap tidak boleh mengesampingkan pendekatan intelijen di Bumi Cenderawasih itu.
"Jaringan intelijen juga tetap harus diutamakan, untuk terus dengan proaktif mencari dan memantau informasi sebanyak-banyaknya, untuk kepentingan kebersamaan juga dengan kita secara maksimal. Sehingga segala macam hal ataupun niatan niatan dapat digagalkan sebelum itu dijalankan," kata Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 ini.
Atas dasar itu, Dave menilai kehadiran militer dan polisi tetap perlu ditingkatkan dan dipermanenkan di semua wilayah Papua. Kehadiran TNI Polri yang permanen itu, kata Dave, antara lain dengan menambah instalasi militer di Papua, tanpa harus memasuki tupoksi pemda setempat.
"Jadi tetap pemda tetap menjalankan tupoksinya akan tetapi kehadiran TNI di sana itu jangan sampai untuk mengecam ataupun mengancam, membuat rasa khawatir dan tegang," tandasnya.