Kabargolkar.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena menyarankan kepada pemerintah, agar mengontrol harga tes swab RT-PCR di tiap daerah di Indonesia.
Pasca diturunkannya harga tes PCR Rp 275.000 untuk Jawa-Bali dan Rp 300.000 luar Jawa-Bali, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini mewanti-wanti adanya oknum yang bandel.
Tak hanya itu, Melki menilai, sebenarnya harga tes PCR bisa diturunkan lagi dari harga Rp 275.000.
“Saya dengar kabar malah ada yang harganya itu bisa di bawah Rp 200 ribu, di bawah Rp 150 ribu malah. Ini bukan hal baru,” kata Melki ketika dihubungi wartawan, Kamis (28/10/2021).
“Lima bulan lalu, Gubernur Kalimantan Barat sudah mengatakan bahwa Rp 300 ribu saja sudah untung itu di Pontianak. Itu 5 bulan lalu dan mestinya harga itu lebih murah,” sambungnya.
Meski begitu, Melki tetap mengapresiasi langkah pemerintahan Presiden Jokowi, karena telah berani menurunkan harga tes PCR hampir 50 persen dari harga sebelumnya Rp 495.000.
“Terkait harga, harus dikontrol seperti arahan Pak Jokowi yang sudah diputuskan kemarin. Tidak boleh lebih, kalau lebih bisa ditindak tegas oleh para aparat,” tegasnya.
Melki menuturkan, pemerintah seharusnya tidak hanya mengatur soal harga. Pemerintah harus mendorong tes PCR lebih cepat dan merata di seluruh daerah.
“Tes tersebar dan ada di berbagai penjuru negeri ini, terutama di seluruh ibu kota provinsi, daerah penghubung yang menjadi titik sentral dari setiap kepulauan untuk bisa bergerak ke ibu kota provinsi, dan berbagai daerah yang lain. Kami juga minta agar penilaian itu jangan sampai dalam waktu yang lama, kalau bisa 12 jam sudah ada hasilnya,” tutupnya.