Kabargolkar.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar John Kenedy Azis mewanti-wanti dan berharap kepada pemerintah agar ongkos haji tahun 2022 tidak mengalami kenaikan.
Seandainya sampai mengalami kenaikan, John meminta agar harganya tidak meningkat secara signifikan.
“Kita saat ini belum bisa memastikan apakah (ongkos haji) naik atau tidak. Tetapi yang jelas kami sudah mewanti-wanti dan sudah berharap kepada pemerintah supaya ongkos haji tahun 2022 tidak naik. Kalaupun naik tidaklah dengan jumlah yang signifikan,” kata John di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (26/11/2021).
John mengatakan, tidak terlaksananya pelaksanaan ibadah haji pada dua tahun terakhir ini bukan akibat kesalahan atau ketidakmampuan Pemerintah Indonesia.
“Pemerintah Arab Saudi melaksanakan ibadah haji hanya untuk mereka yang menetap di Arab Saudi, baik warga negara Arab Saudi sendiri maupun warga negara asing yang berdomisili di Arab Saudi,” ujar John.
Tak sampai disitu, John mengungkapkan, dengan tidak terlaksananya ibadah haji pada dua tahun terakhir itu tentu berdampak kepada semakin panjangnya daftar antrean para jemaah haji.
“Setidak-tidaknya adalah kita setiap tahun mengirim kuota kurang lebih sekitar 225 ribu jemaah. Dengan tidak terlaksananya ibadah haji di tahun 2020 dan 2021 maka telah menambah panjang daftar antrian calon jemaah haji,” bebernya.
Legislator dapil Sumatera Barat II itu menyatakan, Komisi VIII DPR RI dan juga seluruh umat muslim calon jemaah haji di Indonesia sangat berharap agar di tahun 2022 pelaksanaan ibadah haji bisa dilakukan.
Dikatakannya, Komisi VIII DPR RI dalam waktu dekat akan membentuk Panja BPIH (Panja Haji), sebab untuk pelaksanaan ibadah haji itu perlu ada kerja sama antara Pemerintah dan DPR, khususnya Komisi VIII.
“Kalau Panja Haji itu sudah terbentuk kami akan melakukan kunjungan untuk melihat bagaimana kesiapan-kesiapan pemerintah terhadap rencana pelaksanaan haji tersebut. Baik kesiapan pemerintah dalam hal pesawat, transportasi di Indonesia, transportasi penerbangan, transportasi selama di tanah suci, dan kesiapan hotel. Setelah panja ini terbentuk kita juga akan melakukan rapat-rapat dengan kementerian/lembaga terkait, pihak penerbangan (Garuda Indonesia), dan perwakilan pemerintah Arab Saudi. Dari situ kita akan mengetahui apakah akan ada penambahan ongkos/biaya haji atau tidak,” tutup John.