Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Meragukan Budi Sadikin Bisa Ikut dalam Kontestasi Politik Nasional
  Nyoman Suardhika   06 Januari 2022
Credit Photo / Suara

Kabargolkar.com - Nama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin digadang-gadang memiliki peluang besar menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2024 mendatang.

Merespon kabar tersebut, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Firman Soebagyo menanggapinya dengan santai.

Menurut anggota DPR RI Fraksi Golkar ini, Pemilu 2024 adalah ajang mencari seorang pemimpin sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Menurut Firman, calon yang cocok menjadi capres, cawapres dan calon kepala daerah harus mempunyai integritas, kapasitas dan loyalitas kepada negara.

“Dan aturan hukum yang ada adalah capres harus diusung oleh partai politik. Persoalannya, dia (Menkes) punya tidak partai politik. kata kuncinya di situ," kata Firman dalam keterangan persnya, Rabu (5/1/2022).

"Wong yang punya partai politik saja tidak bisa mencalonkan presiden. Belum lagi soal akomodasi dan uang. kita tahu masyarakat kalau tidak ada uang tidak akan dicoblos,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Firman meragukan Budi Sadikin bisa ikut dalam kontestasi politik nasional itu.

Pimpinan parpol dalam koalisi pemerintah ini, meragukan kapasitas Budi Sadikin untuk dijagokan di pilpres.

Lebih lanjut, Firman mengungkapkan, Budi Sadikin juga baru beberapa tahun menjabat Menkes.

Lebih baik, kata Firman, Budi Sadikin konsentrasi pada pekerjaannya sebagai menteri kesehatan.

“Kita tidak tahu track recordnya sebelum menjadi menkes. Latar belakangnya apa, backgroundnya apa? Partai besar saja banyak yang gagal dan tidak bisa mencalonkan. Kalau mau menjadi capres harus berafiliasi dengan parpol yang akan datang (2029). Bukan tiba-tiba begini,” sarannya.

Firman menambahkan, konsistensi Budi Sadikin menghadapi pandemi juga akan jadi perhitungan khalayak. Banyak yang menilai, yang bersangkutan terkesan bersikap maju mundur dalam penentuan kebijakan penanganan covid-19.

“Mengatasi masalah BPOM tidak clear, karantina saja tidak clear. Padahal karantina ada di bawah dia. Itu ukurannya, bagaimana mau menjadi presiden,” tutupnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.