Kabargolkar.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menandatangani Nota Kesepahaman tentang
Pemasyarakatan Empat Pilar MPR RI Bersama masing-masing organisasi mahasiswa yang tergabung di dalam kelompok Cipayung Plus. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman soal nilai Empat Pilar MPR.
Pemahaman soal nilai Empat Pilar MPR tersebut akan diberikan bagi para kader organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus, baik di tingkat pusat hingga daerah. Sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan pemasyarakatan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI ke berbagai elemen mahasiswa.
"Melalui Nota Kesepahaman yang ditandatangani langsung para ketua umum OKP ini, MPR RI bisa memperluas 'penyuntikan' vaksin ideologi Empat Pilar MPR RI ke berbagai kalangan generasi muda. Sekaligus menunjukan kolaborasi yang erat antara MPR RI dengan organisasi kemahasiswaan dalam memperkuat imunitas bangsa agar memiliki kekebalan dalam menghalau nilai-nilai asing yang mengancam jati diri dan karakter keIndonesiaan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (12/1/2022).
Dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, PPHN sekaligus Catatan Awal Tahun, kemarin, Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menjelaskan, pelibatan organisasi kemahasiswaan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak lepas dari keberadaan mereka yang memiliki peran penting dan strategis.
Baik sebagai agen perubahan, kontrol sosial, kekuatan moral, penjaga nilai kebangsaan, maupun sebagai generasi penerus bangsa. Sebagai agen perubahan, misalnya, generasi muda adalah katalisator, yang mendorong lahirnya perubahan ke arah perbaikan.
"Sebagai kontrol sosial, generasi muda berperan memperjuangkan keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan masyarakat, dengan kejelian dalam melihat dan menyelami realitas sosial yang terjadi di sekitarnya. Sebagai kekuatan moral, generasi muda pejuang bagi tegak lurusnya etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, sebagai penjaga nilai kebangsaan, generasi muda berperan penting untuk menjaga agar nilai-nilai luhur yang menjadi legasi dan jati diri bangsa tetap lestari, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga menilai sebagai generasi penerus bangsa, generasi muda adalah sumberdaya potensial yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan nasional. Terlebih Indonesia telah menginjakan kaki pada periode Bonus Demografi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai 319 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persennya, atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif yang didominasi kaum muda, yang akan menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi tersebut malah akan menjadi bencana demografi," terang Bamsoet.
Sementara itu, para Ketua Umum Organisasi Kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut. Komitmen dan sikap terbuka untuk berkolaborasi dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini merupakan terobosan kepemimpinan kreatif dan inovatif yang dilakukan oleh MPR RI.
"Penanganan radikalisme hingga intoleransi harus dimulai dari kampus. Karena itu sangat penting bagi MPR RI bekerjasama dengan organisasi kemahasiswaan dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI