Kabargolkar.com - Lamberth Jitmau bukan hanya dikenal sebagai mantan Walikota Sorong yang sukses, tetapi juga sebagai Ketua Tim Percepatan Pemekaran DOB Papua Barat Daya. Dalam peran ini, ia telah menunjukkan komitmen dan perjuangan yang tak kenal lelah untuk mewujudkan pemekaran wilayah tersebut.
Upaya Lamberth dalam memperjuangkan pemekaran Papua Barat Daya bukanlah tugas yang mudah. Namun, dengan dedikasi dan keyakinannya bahwa pemekaran ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat, ia terus mendorong dan memfasilitasi proses ini hingga terwujud. Pemekaran wilayah ini diharapkan dapat memberikan peluang baru bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya, sebuah visi yang selalu diusung oleh Lamberth dalam setiap langkah kepemimpinannya.
Di balik semua pencapaiannya, masyarakat Papua Barat Daya mengenang Lamberth sebagai sosok yang tidak hanya memimpin dengan hati, tetapi juga sebagai pejuang yang selalu mengutamakan kepentingan daerah dan warganya. Perjuangannya dalam memekarkan wilayah ini adalah bukti nyata dari komitmennya untuk terus membangun dan memajukan Papua Barat Daya, sekalipun dihadapkan pada tantangan besar.
Saat hadir dalam rapat pengesahan provinsi baru Papua Barat Daya di Gedung DPR RI tahun 2023 lalu, Lambert menuturkan pemekaran Papua Barat Daya perlu dilakukan karena di Papua tanahnya cukup luas. Di daerah Jawa banyak daerah tingkat I dan daerah istimewa. Sedangkan di Papua hanya 2 Provinsi yaitu Papua dan Papua Barat.
"Sehingga untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat sangat sulit, akhirnya sentuhan pembangunan dan kesejahteraan terhadap masyarakat tidak mengena terhadap masyarakat Papua," ujarnya.
Lanjut dikatakan, dengan adanya pemekaran provinsi maka ada pembagian wilayah kecil, wilayah besar dengan suatu harapan memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat bisa terurus dengan baik.
"Tidak ada pemikiran lain dan alasan lain. Hanya alasan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai sesuai harapan kita semua. Terima kasih kepada seluruh dukungan atas perjuangan pemekaran Provinsi Papua Barat Daya," ucapnya.
Lambert yang juga hadir pada Paripurna tersebut masih tidak menyangka, namun percaya atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Antara percaya dan tidak, tapi Tuhan baik karena bisa menghadirkan sesuatu yang baik untuk rakyat, yang ada di Sorong Raya," ujarnya.
la juga menyampaikan Selamat menerima daerah otonomi baru Provinsi Papua Barat Daya untuk Sorong Raya.
"Semoga selalu Sorong Raya semakin maju dan semakin Jaya, demi rakyat Orang Asli Papua dan masyarakat Nusantara," kata pria yang murah senyum tersebut.
Lambert juga menambahkan bahwa Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya adalah di Kota Sorong karena sudah ditetapkan sejak bulan Agustus 2022 lalu oleh DPR RI.