Kabargolkar.com - Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menyatakan pihaknya membuka partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lima anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam lima hari ke depan.
Proses uji publik ini dilakukan terhadap 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu sebelum uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi II DPR pada 14-16 Febuari 2022.
"Kami yang diberikan tugas berkewajiban untuk menyampaikan ke publik 14 nama dan 10 nama ini untuk mendapatkan tanggapan, respons, saran dan masukan dari masyarakat selama lima hari ke depan," kata Doli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/2).
Menurut Doli Kurnia, uji publik terhadap calon komisoner KPU dan Bawaslu tidak asal-asalan. Partisipasi publik melalui saran, tanggapan dan masukan menjadi pertimbangan Komisi II untuk menentukan tujuh anggota KPU dan lima anggota Bawaslu periode 2022-2027.
"Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar. Sehingga tanggal 17 (Februari) insya Allah, rencananya kita sudah punya tujuh orang calon anggota KPU dan lima anggota Bawaslu yang akan dilantik untuk menggantikan anggota KPU dan Bawaslu untuk periode 2017-2022 yang akan berakhir pada 11 April mendatang," pungkas politikus Partai Golkar ini.
Diketahui, keempat belas nama calon anggota KPU terdiri dari 10 laki-laki dan empat perempuan. Mereka adalah August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Dahliah, Hasyim Asy’ari, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Idham Holik, Iffa Rosita, Iwan Rompo Banne, Mochammad Afifuddin, Muchamad Ali Safa’at, Parsadaan Harahap, Viryan, Yessy Yatty Momongan, dan Yulianto Sudrajat.
Sementara itu ada 10 calon anggota Bawaslu yang terdiri dari tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Mereka adalah Aditya Perdana, Andi Tenri Sompa, Fritz Edward Siregar, Herwyn Jefler Hielsa Malonda, Lolly Suhenty, Mardiana Rusli, Puadi, Rahmat Bagja, Subair, dan Totok Hariyono. (alinea.id)