Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Terkait Masukan 30 persen Keterwakilan Perempuan di Penyelenggara Pemilu, Ini Respon Legislator Golkar
  Nyoman Suardhika   15 Februari 2022
Credit Photo / Kompas

Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi) menyoroti masukan dari beberapa elemen masyarakat, terkait 30 persen jumlah keterwakilan perempuan menjadi penyelenggara Pemilu.

Anggota Komisi II DPR ini mengatakan,  semuanta akan tergantung dari hasil fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan, dari peserta perempuan sebagai calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI pada 14-16 Februari 2022.

"Semua masukan yang disampaikan bagus. Sebagai anggota Komisi II DPR RI, akan kami suarakan dan perhatikan mengenai hal tersebut. Mudah-mudahan bisa terlaksana sepenuhnya," ujar Gus Adhi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/2/2022).

Diketahui, masukan mengenai keterwakilan perempuan mencuat, lantaran Anggota KPU RI dan Bawaslu RI periode 2017-2022 hanya ada satu orang perempuan.

Di KPU RI, dari tujuh orang anggota hanya Evi Novida Ginting Manik saja yang perempuan. Sementara di Bawaslu RI, dari lima anggota hanya Ratna Dewi Pettalolo.

Begitu pula pada masa bakti 2012-2017. Di KPU RI ada Ida Budiati. Sedangkan di Bawaslu RI, Endang Wihdatiningtyas.

Untuk itu, beberapa elemen masyarakat menyampaikan masukan dan saran kepada Komisi II DPR RI, antara lain dari perkumpulan Maju Perempuan Indonesia (MPI).

Mereka berharap Komisi II DPR RI memperhatikan keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen.

Dengan kata lain, dari tujuh calon Anggota KPU RI kelak yang terpilih ada tiga orang perempuan. Kemudian dari lima calon Anggota Bawaslu RI terpilih dua orang perempuan.

Menurut pria yang sudah dua periode sebagai Anggota DPR RI (2014-2019 dan 2019-2024) ini, keterwakilan perempuan sebagai penyelengga pemilu memang penting.

Sebab, mereka memiliki kemampuan untuk menempati posisi tersebut. Tinggal mereka melewati proses uji kelayakan dan kepatutan.

"Jangankan sebagai penyelenggara pemilu, sebagai bupati dan gubernur saja perempuan bisa. Tapi, semua harus bisa melewati proses yang ada dan berdasarkan garis tangan masing-masing," tegas Gus Adhi.

Komisi II DPR RI, lanjut Gus Adhi, akan berusaha yang terbaik dan maksimal agar menghasilkan penyelenggara pemilu terbaik serta berkualitas.

Selain itu mampu menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu. Gus Adhi pun, belum bisa memastikan apakah nanti akan terpilih lebih dari satu orang calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI dari kalangan perempuan.

Lantaran harus dilihat dahulu dari hasil uji kemampuan dan kepatutan.

"Mudah-mudahan, dari nama yang sudah masuk bisa melewati proses yang ada," tutup Gus Adhi.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.