Kabargolkar.com - Anggota DPR RI dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Sari Yuliati menyampaikan momen Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk menyucikan diri, perkuat ibdandan saling memaafkan antar sesama.
“Bulan Ramadhan sebagai ritual besar selama satu bulan penuh, penuh dengan rangkaian ibadah dan amal kebajikan, seperti shalat-shalat sunnah, tadarus al-Qur’an, shadaqah, dan berbuat kebajikan lain hendaknya menjadi pemicu agar kita terus meningkatkannya,” jelas Sari.Legislator asal Golkar ini juga mengingatkan saat seorang mukmin dikembalikan ke fitrahnya. Manusia kembali suci seperti bayi yang tidak mempunyai dosa dan salah. Untuk itu, memasuki bulan Syawal setiap insan sebaiknya terus melaksanakan ibadah-ibadah yang menjadikan diri pribadi yang lebih baik. Menjadi manusia yang ftirah.
“Maka melalui momentum Idul Fitri kita jadikan sebagai sarana meminta maaf dan memaafkan orang lain dengan bersilaturahmi baik kepada suami atau istri, kedua orang tua, anak, keluarga, sanak kerabat, tetangga serta teman dan relasi kita,” tutur Sari
Ia menambahkan, umat Islam di Indonesia khisusnya di NTB masih memiliki tradisi yang baik yang perlu dilestarikan untuk mengatasi dampak modernisasi tersebut, seperti: tadarus al-Qur’an, tahlil dan yasin berjamaah, berzanji dan diba’, majlis-majlis taklim.
“Akhirnya, semoga ibadah puasa kita selama bulan ramadhan berdampak pada kehidupan sehari-hari selama 11 bulan ke depan. Dan kita bisa menjadikan momen ini untuk memahami makna Idul Fitri, dengan memaksimalkan bersilaturahmi untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf,” tukas Sari.