Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dewi Asmara terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.
Terlebih saat ini, 2,5 tahun Covid-19 melanda Indonesia, pemerintah belum bisa memberikan tanda-tanda pandemi corona berakhir.
Belakangan ini, kasus Covid-19 memang menunjukkan tanda-tanda penurunan penyebaran virus.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kasus harian 1 bulan yang lalu jauh di bawah 300 kasus.
Namun per 26 Juni 2022, kasus baru harian mencapai 1700 lebih sehingga kasus aktif mencapai 14.516 kasus.
Tren peningkatan kasus Covid-19 tidak saja di Indonesia tapi juga secara global.
Hal ini tidak bisa terlepas dari merebaknya varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 Kementerian Kesehatan RI memprediksi puncak penyebaran gelombang varian Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada akhir Juli 2022.
Komisi IX DPR RI meminta seluruh daerah mewaspadai penyakit infeksi emerging atau PIE (flu burung, flu babi, Mers-CoV, Ebola dan lainnya).
“Kami terus mendorong adanya akselerasi langkah-langkah strategis untuk pengendalian pandemic, termasuk percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, termasuk vaksin booster, dan juga pengetatan kembali pelaksanaan protokol kesehatan dan peningkatan surveilans dan testing,” kata Anggota Komisi IX DPR ini dalam keterangan persnya, Rabu (29/6/2022).
Selain pandemi Covid-19, Wakil Ketua Umum DEPINAS SOKSI ini mengungkapkan, Komisi IX DPR juga memberikan perhatian serius terhadap merebaknya beberapa penyakit yang belum sepenuhnya diketahui seperti hepatitis akut dan monkey pox (cacar monyet).
“Kami hadir guna membahas bagaimana daerah bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit Infeksi Emerging (PIE), termasuk bagaimana sistem early detection dan surveilans dijalankan dengan dukungan anggaran yang cukup,” tutupnya.