Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ini Alasan Legislatdor Golkar Tolak Keras Penghapusan DMO-CPO
  Nyoman Suardhika   30 Juli 2022
Credit Photo / Jawa Pos

Kabargolkar.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar menolak keras wacana Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, yang ingin merelaksasi kebijakan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO), Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, selama ini kebijakan kewajiban DMO dan DPO produk minyak sawit dinilai mampu menekan harga minyak goreng dalam negeri.

Bahkan, menurut anggota Komisi VI DPR ini, harga juga dapat ditekan meski harga CPO sedang tinggi.
 
"Kalau DMO dan DPO dihapus kemudian harga melambung tinggi kayak kemarin, apakah pengusaha kemudian tanggung jawab?," kata Nusron dalam keterangan persnya, Jumat (29/7/2022).

Ia menilai, pencabutan kebijakan DMO dan DPO justru akan memicu kembali kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri.

Nusron menuturkan, aturan DMO dan DPO yang selama ini diberlakukan secara transparan.

Tak sampai disitu, ia membeberkan, dalam situasi seperti saat ini pemerintah justru harus fokus terhadap infrastruktur distribusi yang efektif, efisien dan tepat sasaran.
 
"Pemerintah harus gerak cepat memberikan bimtek (bimbingan teknis) buat pedagang minyak goreng agar bisa mengakses kanak aplikasi Si Mirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah)," jelasnya.

Pria yang juga Wakil Ketua Umum PBNU ini menyesalkan adanya kalangan pengusaha yang justru meminta kebijakan DMO-DPO dihapuskan.

Padahal menurutnya, aturan main yang sekarang ditetapkan pemerintah sudah cukup jelas dan transparan.

Dalam pandangan Nusron, kalau ada pengusaha yang mengatakan DMO-DPO ribet, bisa dikatakan penguasaha tersebut egois dan mengejar keuntungan sesaat.

"Tidak berpikir jangka panjang tentang nasib mayoritas rakyat Indonesia sebagai konsumen. Kalau punya komitmen kasih barang ke dalam negeri 1 kilo dapat fasilitas ekspor 5-6 kilo. Yang nggak mau, ya itu berarti yang malas dan nakal," tutupnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.