Kabargolkar.com - Legislator Golkar Nusron Wahid mengapresiasi Menteri BUMN Erick Thohir, karena memberikan bantuan umroh hingga jaminan hari tua kepada para tokoh diaspora Indonesia di Belanda.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini juga merasa senang, saat menjadi Ketua Panitia Pengarah Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Erick Thohir turut pula memberikan bantuan dana pendidikan kepada 10 anak di Indonesia.
Diketahui, 10 anak yang diberikan bantuan biaya pendidikan itu, secara kebetulan orang tuanya sedang bekerja di Belanda.
Bantuan dari Erick Thohir itu, diwakilkan oleh Sesmenneg BUMN Susyanto dalam acara Temu Kangen Diaspora Indonesia Belanda dengan Erick Thohir.
Nusron selaku Wakil Ketua Umum PBNU ini menilai, Erick sangat peduli kepada para diaspora Indonesia di Belanda, lebih-lebih kepada aktivis Nahdlatul Ulama.
"Beliau-beliau memang pantas mendapat perhatian. Meski di luar negeri masih memeperjuangkan Indonesia dengan menanamkan nilai keislaman dan akhlak yang baik bagi anak-anak Indonesia. Saya harap perjuangan ini tidak putus," kata Nusron dalam keterangan persnya, Senin (5/9/2022).
Diketahui dalam acara itu, jika Erick Thohir berhalangan hadir, lantaran diwaktu yang sama pemerintah sedang membahas persoalan kenaikan harga BBM.
"Bantuan untuk umroh dan pendidikan ini bagian dari upaya Pak Erick memberikan apresiasi kepada mereka yang telah berdedikasi untuk syiar Islam dan membawa nama baik Indonesia di luar negeri. Terutama di Belanda," kata Susyanto.
Dalam acara yang dilaksanakan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Nahdlatul Ulama Belanda dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU KH Nusron Wahid, Dubes RI untuk Belanda Mayerfas, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade, dan beberapa direksi BUMN.
Mereka yang nendapatkan bantuan umroh dari Erick Thohir yakni K.H. Ahmad Hambali Maksum (84 tahun) selaku imam Masjid Al Hikmah, Ustadzah Halimatus Sa’diyah, Lc. MA dan Ustadzah Meily Otrina, M.pd selaku pengurus TPQ dan guru ngaji yang mengajar al-Qur'an anak-anak Indonesia di Belanda.
Untuk bantuan tunjangan hidup di hari tua bagi lansia diberikan kepada K.H. Ahmad Naf’an Sulchan (76 tahun), dan j Hj Engkon Komariah Suwito (82 tahun) yang lahir 28 Oktober 1940. Mereka rata-rata tinggal di Belanda lebih dari 40 tahun.
"Saya tidak menyangka Pak Erick dan BUMN sangat peduli kepada kami, yang sudah tua-tua di negeri orang ini. Kami do'akan Pak Erick berhasil membawa Indonesia lebih maju," ujar KH Naf'an Sulhan yang merupakan sahabat Presiden Abdurrahman Wahid ketika menjadi mahasiswa di Baghdad Irak.