Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi, mendesak Badan Siber Sandi Negara (BSSN) dan Siber Polri, untuk menelusuri dan menangkap orang di balik Bjorka.
Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, tingkah laku Bjorka yang seenak diri membobol data pribadi kenegaraan hingga personal, tidak bisa ditoleransi lagi.
"Ya, sesuai dengan Perpres 28 tahun 2021, BSSN menjalankan tugas pemerintahan di bidang kamsiber, segera bertindak, investigasi, menelusuri dan bersama divisi Cyber Crime Polri menangkap pelaku nya," kata Bobby dalam keterangan persnya, Selasa (13/9/2022).
Ketua DPD Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) ini menjelaskan, dalam Undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP) pengendali data baik lembaga negara maupun swasta berkewajiban untuk melindungi data warga negara Indonesia (WNI).
UU tersebut sampai saat ini belum disahkan. Dia berharap dengan dibangunnya Comp Security Incident Response Team (CSIRT) ke depan kebocoran data pribadi bisa dicegah.
"UU PDP memastikan setiap pengendali data, baik lembaga publik/negara, atau swasta, berkewajiban untuk melindungi data milik warga negara Indonesia. Koordinasi antar lembaga akan diatur juga dalam UU ini, termasuk kerjasama antar lembaga negara," jelasnya.
"Saat ini baru tahun 2023 Pemerintah akan membangun CSIRT dengan BSSN sebagai koordinator bersama Deputy VI BIN dan Kemenkominfo. Semoga sampai CSIRT ini terbentuk, peretasan dan kebocoran data di lembaga negara bisa di cegah dan data pribadi milik masyarakat terlindungi," sambungnya.
Lebih lanjut, Bobby menegaskan, publik sampai saat ini menunggu kesiapan BSSN dan Siber Polri untuk menangkap pemilik akun Bjorka.
"Untuk menangkap Bjorka, BSSN lead sector nya bersama div cyber crime Polri, publik menunggu apakah dua lembaga ini sudah siap," tutupnya.
Diketahui, Hacker Bjorka sebelumnya menjual data pengguna sampai mengumbar ada kebocoran data registrasi SIM card prabayar yang isinya meliputi NIK, nomor KK, nomor telepon, dan tanggal registrasi.
Bahkan, ia juga membeberkan data pribadi Menkominfo Johnny G Plate dan mengaku mempunyai dokumen rahasia Presiden RI milik Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, Bjorka juga mengatakan siapa otak pembunuhan aktivis Munir pada 2004.
Bjorka juga menyenggol sejumlah pejabat tinggi di Twitter, mulai dari Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Ketua DPR Puan Maharani, sampai Menteri BUMN Erick Thohir. Denny Siregar juga tak luput dicolek Bjorka.