Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Nusron Wahid, meminta PT Freeport Indonesia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), di kawasan smelter tembaga baru, tepatnya di Kawasan Industri JIIPE, Gresik, Jawa Timur.
Dengan kapasitas 1,7 juta ton tembaga per tahun di Kawasan Industri JIIPE, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia mengungkapkan pembangunan tersebut membutuhkan dukungan listrik sebesar 170 megawatt dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Disebutkan (Freeport) membutuhkan 170 megawatt untuk kepentingan pembangunan smelter tembaga yang semuanya di-absorb dari PLN. Tentunya ini dari PLTU karena hari ini yang oversupply itu adalah PLTU. Nah, kalau kita ada sinergi sesama grupnya di bawah (MIND ID) tentunya kita juga berpikir supaya di dalam smelternya Freeport ini tentang pentingnya PLTS. Minimal toh kalau belum PLTS yang ada ISS-nya belum ada baterainya, minimal untuk siangnya pakai PLTS, malamnya baru pakai PLN,” kata Nusron dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (14/9/2022).
Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik yang besar, menurut anggota Komisi VI DPR ini, penggunaan listrik dari energi baru terbarukan juga disebut sebagai salah satu penebus ‘dosa lingkungan’ yang sebelumnya dilakukan oleh perusahaan tambang tersebut.
Diketahui, pada rapat terkait Progres Indonesia Battery Corp (EV Battery) dan Program Hilirisasi Minerba (Progress Proyek Smelter) itu, Nusron juga menyinggung nilai tambah yang bisa dihasilkan oleh PLTS.
“Kenapa? Karena mau tidak mau ke depan harus ada pengurangan emisi untuk mengurangi beban dosa-dosa lingkungan yang dilakukan oleh Freeport maupun dosa-dosa lingkungan yang harus dilakukan oleh Aneka Tambang dan dosa-dosa lingkungan yang dilakukan oleh MIND ID kan harus ditebus nih," ungkap Nusron.
Ditebusnya adalah PLTS salah satunya, sebelum Indonesia menerapkan pajak karbon. Toh nanti kalau Bapak membangun PLTS kan juga ada sertifikat karbonnya bisa dijual,” tutupnya.